PSTI Kalsel Gelar Penataran Pelatih

Banjarmasin, KP – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PST) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar penataran pelatih yang berlangsung, 27 – 30 Agustus di Banjarmasin.

Ketua PSTI Provinsi Kalsel, H.Puar Junaidi, S.Sos kepada wartawan di Banjarmasin, Minggu (29/8/2021) mengatakan dilaksanakannya penataran pelatih sepak takraw se Provinsi Kalsel ini adalah dalam rangka melaksanakan amanah organisasi agar dalam event-event yang dilaksakan, memiliki pelatih yang bersertifikasi sesuai aturan organisasi.

“Selain itu juga untuk memberikan semangat dan motivasi agar daerah-daerah memiliki legalitas formal terutama dari sosok pelatihnya yang sudah mengikuti penataran,” tambah Puar.

Selain itu, dia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kalsel untuk bisa memberikan sarana dan prasarana seperti lapangan yang sangat diperlukan untuk menunjang prestasi cabang olahraga sepak takraw. “Tanpa dukungan pemerintah kabupaten/kota sangat sulit bagi atlet-atlet sepak takraw untuk bisa mengukir prestasi,” ujarnya.

Berita Lainnya

Polda Kawal Kontingan Atlet Kalsel

1 dari 427

“Apalagi mengingat sepak takraw merupakan cabang olah raga yang asli dari bumi Indonesia dan sekarang sudah mulai mendunia atau dipertandingkan di tingkat internasional. Tentunya secara moral kita juga harus diperhitungan dari cabang olahraga ini,” tambahnya.

Untuk itu, katanya melanjutkan, memang sangat diharapkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengakomodir berkembang dan berprestasinya atlet-atlet di daerahnya. “Apalagi yang memiliki atlet itu adalah kabupaten/kota dan provinsi tidak memiliki atlet,” ujarnya.

Politisi senior yang pernah beberapa periode menjadi anggota DPRD Kalsel ini Kembali menyampaikan harapan, bahwa organisasi yang dipimpinnya yaitu PSTI Kalsel tidak sekedar meminta tapi memohon agar pemerintah daerah dapat menyediakan sarana/prasarana berupa lapangan yang memadai untuk atlet-atlet di daerahnya berlatih.

“Pembangunan lapangan, merupakan asset daerah dan bukan milik perorangan, keberadaan lapangan juga bisa menangkal kenakalan remaja maupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang, karena generasi muda bisa terarah pada kegiatan positif dengan mengikuti olahraga sepak takraw,’’ tambah Puar.

Sementara ini daerah yang memiliki lapangan yang refresentatif, baru kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan memang terbukti prestasi cabang olahraga ini cukup baik di daerah tersebut. (lia/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya