Tradisi Memasak Bubur Asyura Warga Rt 30 Komplek PWI

Banjarmasin,KP – Setiap 10 Muharram, umat Islam di Kalimantan Selatan melaksanakan ibadah sunnah yakni Puasa Asyura.

Tak hanya berpuasa, orang-orang umat Islam di daerah yang dikenal religius ini biasanya bergotong royong membuat makanan spesial yakni bubur asyura.

Menu bubur asyura dibuat dari bahan campuran. Bahannya selain beras sebagai bahan utama juga dicampur dengan aneka macam sayuran, kacang-kacangan, daging hingga sampai 41 jumlah bahan.

Biasanya memang ada beberapa bahan wajib yang selalu digunakan seperti kangkung, jagung manis, wortel, kentang, daun pucuk waluh, ubi kayu, kacang merah, dan beberapa bahan lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.562

Tradisi memasak bubur Asyura ini seperti dilaksanakan warga RT 30 Komplek PWI Kelurahan Andai Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (19/8/2021) atau bertepatan 10 Muharram 1443 Hijriah.

Menurut Ketua RT 30 Komplek PWI Kelurahan Sungai Andai Bambang Santoso mengungkapkan, di lingkungannya tradisi mengolah bubur Asyura ini dilaksanakan setiap tahun dalam menyambut dan merayakan 10 Muharram.

” Dalam mengolah bubur Asyura kami semua warga di komplek ini bergotong royong memasaknya,” ujar Bambang Santoso.

Dijelaskan, memasak bubur Asyura menggunakan kawah atau rinjing besar yang memerlukan waktu hingga beberapa jam dan setelah masak langsung dibagikan kepada warga baik mengambil sendiri atau dengan mendatangi rumah warga.

” Bagi warga yang sedang melaksanakan ibadah puasa 10 Muharram, bubur Asyura ini disantap pada saat berbuka,” tutup Bambang Santoso. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya