“Rata-rata naik sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kemasan. Seperti merk Bimoli kemasan 1 liter hari ini saya jual harganya Rp 17.500, sebelumnya Rp 17.000. Merk Sania kemasan 1 liter Rp 17.000, sebelumnya Rp 16.000. Sedangkan, merk Tropical kemasan 2 liter Rp 34.000, sebelumnya Rp 33.000,” jelas Hadi.
BANJARMASIN, KP – Para pengguna minyak goreng, khususnya kalangan rumah tangga dan usaha mikro kecil menengah tampaknya harus mulai bersiap mengeluarkan dana ekstra.
Harga minyak goreng mulai melonjak pada akhir Oktober 2021. Naiknya harga minyak goreng tersebut terjadi di berbagai daerah, temasuk di Banjarmasin.
Seperti diungkapkan Tono, pedagang minyak goreng curah di Pasar Antasari, Banjarmasin, bahwa dalam 10 hari terakhir harga minyak goreng mengalami kenaikan.
“Untuk minyak goreng curah hari ini harganya Rp 17.000, naik dari harga sebelumnya Rp 16.000 per liternya. Ada juga merk Filma curah, naik juga dari Rp 16.000 menjadi Rp 16.500,” ujarnya, Rabu (27/10).
Minyak goreng dalam kemasan merk lainnya, kata Tono juga mengalami kenaikan. Rata-rata berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1.000 per liter.
“Merk Fortune kemasan 1 liter sebelumnya Rp 16.000 sekarang jadi Rp 17.000,” terangnya.
Hal serupa dituturkan Hadi, pedagang sembako di Pasar Lama, Banjarmasin, dimana ada kenaikan harga pada minyak goreng dalam kemasan yang dijual di tokonya.
“Rata-rata naik sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kemasan. Seperti merk Bimoli kemasan 1 liter hari ini saya jual harganya Rp 17.500, sebelumnya Rp 17.000. Merk Sania kemasan 1 liter Rp 17.000, sebelumnya Rp 16.000. Sedangkan, merk Tropical kemasan 2 liter Rp 34.000, sebelumnya Rp 33.000,” jelas Hadi.
Meskipun, saat ini kenaikan harganya terbilang tidak terlalu drastis, kata Hadi, namun tetap saja konsumen selalu ingin mencari harga yang lebih murah.
Ia memaklumi, perekonomian yang sulit di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, akan semakin melemahkan daya beli masyarakat.
“Iya, konsumen sering tanya yang murah. Banyak yang cari harga kisaran Rp 30.000 untuk kemasan 2 liter,” ucap Hadi.
Harga minyak goreng diperkirakan akan naik lagi, jika usulan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) soal Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng jadi Rp 15.600, disetujui.
Diketahui, saat ini HET minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp 11.000 per liter. GIMNI pun meminta HET minyak goreng dapat naik hingga Rp 15.600 per liter.
Usulan kenaikan HET minyak goreng ini seperti disampaikan Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga dilansir dari Kontan.co.id, Minggu (24/10/2021). Jika usulan itu disetujui, tentunya harga minyak goreng yang ada di pasaran bakal lebih mahal.
Sahat mengatakan harga jual minyak goreng di pasar sudah selayaknya cepat ditanggapi oleh regulator.















