Luar biasa! Bea Cukai Kalbagsel Setor ke Kas Negara Jauh Lebihi Target

Banjarmasin, KP – Terpaan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kinerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kanwil DJBC Kalbagsel).

Tidak hanya itu, 5 Satuan Kerja yang ada di wilayahnya yakni KPPBC TMP B Banjarmasin, KPPBC TMP C Kotabaru, KPPBC TMP C Palangka Raya, KPPBC TMP C Sampit dan KPPBC TMP C Pangkalan Bun juga senantiasa berupaya optimal dalam mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara.

Pasalnya, Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel, Ronny Rosfyandi terus mendorong jajarannya dalam berbagai kesempatan untuk bisa mencapai hal tersebut.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan seluruh pihak yang terkait agar melakukan upaya terbaik dalam menjalankan tupoksi Bea Cukai.

Salah satunya sebagai Revenue Collector, terlebih saat ini dimana Indonesia membutuhkan banyak dana untuk Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi Covid-19.

Meskipun tidak mudah dan banyak tantangan Bea Cukai Kalbagsel berkomitmen penuh untuk bekerja optimal guna mengumpulkan penerimaan negara.

Alhasil, sampai dengan September 2021 Bea Cukai Kalbagsel berhasil merealisasikan penerimaan sebesar Rp 1,068 triliun dari target tahunan APBN sebesar Rp 55,26 miliar.

loading...

Penerimaan tersebut berasal dari Bea Masuk senilai Rp 39,92 miliar, Cukai senilai Rp 623,59 juta, dan Bea Keluar senilai Rp 1,028 triliun.

Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Arif Setiawan menyatakan bahwa capaian capaian penerimaan Bea Cukai Kalbagsel merupakan kontribusi dan effort optimal dari 5 Satuan Kerja di wilayah Kanwil DJBC Kalbagsel.

“Adapun penyumbang Bea Masuk terbesar berasal dari alat berat mesin dan peralatan mekanis, Cukai berasal dari liquid vape dan sigaret, sedangkan Bea Keluar berasal komoditi sawit dan turunannya,” ungkap Arif Setiawan, Kamis (21/10) pagi.

Tak hanya itu, sampai dengan September 2021 Bea Cukai Kalbagsel juga mengumpulkan penerimaan di sektor Pajak sebesar Rp 4,624 triliun.

Antara lain berupa PPN Impor senilai Rp 467,22 miliar, PPh Impor senilai Rp 101,14 miliar, PPh Ekspor senilai Rp 452,60 miliar, PPN HT / DN senilai Rp 275,26 miliar dan Dana Sawit senilai Rp 3,328 triliun.

Dengan demikian total penerimaan negara yang berhasil dihimpun oleh Bea Cukai Kalbagsel sampai dengan bulan September 2021 adalah sebesar Rp 5,692 triliun.

Ronny Rosfyandi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku usaha, pengguna jasa dan stakeholder atas kepatuhannya dalam melaksanakan kewajiban kepada negara, yang berdampak positif dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Terima kasih kepada seluruh pegawai Bea Cukai Kalbagsel atas dedikasi dan kerja kerasnya, sehingga capaian penerimaan sampai bulan September 2021 optimal,” ungkapnya.

“Kita akan terus bekerja cerdas dan bersinergi dengan instansi lain untuk mengumpulkan pundi-pundi negara demi kesejahteraan bangsa kita,” tambah Ronny Rosfyandi. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya