Rusuknya Cedera, Ferdi Terpaksa Gagal Lolos Kualifikasi

Merauke, KP – Satu pegulat Kalimantan Selatan (Kalsel), Ferdinandus Tambuk, terpaksa harus mendapat perawatan dari tim medis pertandingan dan tim kesehatan Kontingen Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasalnya, pegulat dengan sapaan Ferdi itu mengalami cedera usai menjalani laga kedua kontra pegulat asal Jawa Timur (Jatim) Lulut Gilang Saputra di kategori Grego Roman, Kelas 87 Kilogram dengan poin 0-9, Kamis (14/10) sore.

Benar saja, usai dinyatakan kalah oleh wasit yang memimpin pertandingan, Ferdy terlihat meringis kesakitan di tepi matras sambil memegangi dada kanannya.

Ia tak bisa bangkit usai digulingkan lawannya yang menguncinya dari tubuh bagian belakang.

Sontak, tim medis pertandingan langsung menghampiri Ferdi yang menahan rasa sakit. Hal itu nampak jelas terlihat dari raut wajahnya sambil merebahkan tubuh di sisi matras.

Usai sedikit dikompres sebagai penanganan pertama, pria berusia 29 tahun itu pun akhirnya mampu bangkit dan mulai kuat berjalan menghampiri pelatihnya untuk menuju ke ruang ganti di gedung latihan.

Disana, pegulat yang sudah mualaf pada tahun 2017 itu mendapat penanganan medis dari dokter kontingen Kalsel, yakni dr Muhammad Arif Zainuddin Noor AIFO-K.

Ferdi diberi obat pereda nyeri secara injeksi ke tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak akibat cederanya tersebut.

Berita Lainnya

Jabar tidak terkejar

1 dari 39

“Sekarang sudah tidak bengkak lagi, dan Ferdi juga sudah mulai normal pernafasannya,” jelas dr Arif.

Benar saja, saat baru tiba di gedung latihan, Ferdi terlihat sangat kesulitan untuk bernafas. Bahkan untuk berdiri dan mengeluarkan kalimat dari mulutnya saja, ia harus merasakan sakit di dadanya.

Menurut diagnosa sementara, tulang rusuk Ferdi mengalami sedikit keretakan di bagian kanan bawah.

Hal itu ternyata diakui oleh Ferdi sendiri, saat dibincangi Kalimantan Post, cedera yang dialaminya tersebut rupanya sudah dideritanya sejak pemusatan latihan di Kiram, Kabupaten Banjar.

“Sekitar tiga bulan yang lalu, waktu latihan di Kiram bersama atlet lainnya,” ungkap warga Kertak Hanyar, Pal 7 itu.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuat dirinya patah semangat untuk kembali terjun ke dunia pergulatan.

“Sama sekali tidak ada rencana pensiun kalau gara-gara ini saja. Karena saya pribadi merasa belum puas bertanding, keringatan saja belum. Tapi sayang cedera saya kambuh,” tuturnya.

Rencananya, setibanya di Banjarmasin nanti, Ferdi akan menjalani pemeriksaan guna menyembuhkan cederanya tersebut.

“Mau rawat jalan saja di Banjarmasin, kalau sudah sembuh kita siap kembali untuk berlaga di Cabor Gulat,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya