Soal Baleho Bando
Ketua DPR Minta Pemerintah Hormati Kesepakatan Bersama

Harry mengajak semua pihak untuk bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini

BANJARMASIN, KP – Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya mengingatkan supaya Pemerintah Kota untuk bisa menghormati hasil hasil kesepakatan soal tindaklanjut baleho bando di sepanjang Jalan A Yani Banjarmasin.

“Mengapa saya mengingatkan hal ini karena sebelumnya dua lembagai baik DPRD dan Pemko juga Assosiasi sudah sepekat dan setuju untuk sama-sama saling menghormati,’’ucap Harry Wijaya yang dihubungi {{KP}}, Jumat (08/10/2021) sore.

Menurut politisi Partai bergambar Matahari Terbit ini, Harry mengajak semua pihak untuk kepala dingin. Apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini tentunya diminta bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin khususnya dalam menegakan aturan sehingga jangan ada yang merasa dikalahkan tetapi semau bisa dilakukan secara bijak.

Harr y mengakui tujuan mengirim surat yang dilayangkan ke Pemko memastikan akan untuk bersama-sama menghormati kesepakatan, jika suratnya secara kelembagaan ternyata tidak direspon tentunya DPRD ingin tahu juga apa duduk permasalahannya.

“Senin nanti akan saya cek lagi. Karena Surat itu dilayangkan karena menyikapi aspirasi dari para pengusaha advertising yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Selatan,’’ucap Harry lagi.

Dengan begitu, jika Pemko Banjarmasin tak mengindahkan surat dari dewan, tentu kami akan bicarakan dan mengambil sikap. “Intinya kita harus menghormati kesepakatan jika nanti baliho bando yang sepatutnya ditunda untuk ditertibkan ,” tegas politisi muda Harry Wijaya.

Berita Lainnya
1 dari 3.686

Dakui memang, pada surat yang dikirim bernomor 170/378/PIMP-DPRD/IX/2021, tertanggal 23 September 2021 menegaskan soal komitmen dan janji Walikota Ibnu Sina bersama APPSI Kalsel untuk menunda pembongkaran setelah ada pertemuan bersama DPRD.

Bahkan surat itu juga menindaklanjuti hasil rapat kerja antara komisi gabungan (Komisi I dan III DPRD Banjarmasin) yang menginginkan penundaan penertiban 10 baliho bando di ruas Jalan Achmad Yani kilometer 2 hingga kilometer 6 batas kota.

Apalagi, saat ini DPRD Banjarmasin tengah menggodok rancangan peraturan daerah (Raperda) merevisi atau menyempurnakan Perda Penyelenggaraan Reklame Nomor 16 Tahun 2014. Ini bukan memihak salah satu pihak, tapi kami menginginkan agar ditunda dulu penertiban baliho bando aja,” tegasnya.

Harry mengakui memang ada surat balasan dari Walikota Ibnu Sina. Hanya saja, soal RTWW bukan masalah Bando. “ Senin nanti aq cek surat balasan, karena adanya kesibukan kerja di dewan,’’ucap politsi PAN ini.

“Sebenarnya menunda pembongkaran baliho bando itu, tidak ada salahnya. Mari kita sempurnakan Raperda penyelenggara reklame yang diusulkan DPRD Banjarmasin sebagai hak inisiatifnya,” ujar Harry.

Sementara itu, mantan Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin Ichwan Noor Chalik mengatakan bahwa iklan melintang mengapa dilarang, karena posisi pengendara dengan reklame dalam keadaan lurus, sehingga pengendara cenderung memperhatikan papan reklame ketimbang jalan di depan.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin ini mengatakan mengapa reklame atau media informasi dilarang melintang jalan, sebab selain konstruksinya yang sering asal-asalan sehingga banyak yang roboh. Termasuk, alasan berbahaya bagi pengguna jalan yang tidak konsentrasi pada saat berkendaraan karena melihat, membaca dan memperhatikan iklan yang ditayangkan sehingga risiko kecelakaan.

Jadi berbeda fungsi gapura tidak ada menyampaikan informasi apa-apa. Semua itu diatur dalam Permen PU Nomor 20/PRT/M/2020, terutama Pasal 18 untuk reklame dan Pasal 28 untuk bangunan gedung. “Mengapa gapura di A Yani Kilometer 6 sangat mahal, karena harus sesuai dgn syarat Permen PU tadi,” katanya. (vin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya