Dinkes Gencar Laksanakan Imunisasi Disela PTM Murid SD di Banjarbaru

Banjarbaru, KP – Petugas Dinkes (Dinas Kesehatan) laksanakan imunisasi disela PTM murid SD di Kota Banjarbaru, Sabtu (27/11/2021).

PTM (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) di Kota Banjarbaru masuki tahap kedua. Keterangan diperoleh, bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru sebelumnya telah menetapkan sejumlah perubahan.

Itu dimulai dari Senin per tanggal 22 November ada beberapa tambahan sekolah yang menggelar PTM.

Sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah(K3S) se-kota Banjarbaru, telah bicarakan menyangkut imunisasi bagi murid SD.

Menurutnya, imunisasi merupakan hak anak untuk dilaksanakan karena merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang menyebabkan komplikasi berat.

Untuk itu imunisasi untuk pelajar SD tingkat kelas 1 dan V dilaksanakan sejak Agustus dan hingga kini terus dilaksanakan.

Bahkan seperti Sabtu (27/11/2021), diikuti para murid SDN 2 Guntung Paikat. Dimana para orang tua/wali murid mengantarkan dan mendampingi anak mereka saat imunisasi, yang dilaksanakan petugas kesehatan setempat.

Berita Lainnya

Warga Bisa Dapatkan Layanan Home Care

1 dari 1.669

“Sudah imunisasi, ya ga terasa sakit. Biasa saja diimunisasi,” ucap singkat Naura Azzahra Rinaldy, seorang murib kelas V SDN Guntung Pakikat Banjarbaru didampingi bundanya, Tuti.  

Diketahui, imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi anak dari beberapa infeksi yang sangat serius. Salah satunya adalah imunisasi difteri dan tetanus (DT).

Sementara soal PTM ini sendiri seperti sebelumnya disebut Kepala Disdik Kota Banjarbaru, Dr. H. Muhammad Aswan MSi, ada tambahan sekolah yang diizinkan menggelar.

Konsepnya terbatas dan bertahap. Jadi tidak serentak membuka semuanya.

Dan dan itu dimulai dari Senin per tanggal 22 November lalu ada beberapa tambahan sekolah yang menggelar PTM.

Dari data, untuk jenjang SMP, sudah buka, 25 sekolah. Tambahan ada di jenjang SD, dari 15 sekolah ditambah 55 sekolah. Sehingga total ada 70 SD yang menggelar PTM.

Kemudian, untuk jenjang TK/PAUD Disdik mengizinkan tambahan 50 sekolah, sehingga ada 64 yang boleh PTM.

Dengan penambahan ini, masih ada 8 SD yang belum dibuka, sedangkan TK/PAUD cukup banyak, 104 unit.

Karena total ada 168 unit TK/PAUD negeri maupun swasta di Kota Idaman. Alasan masih ditahan pembukaan sekolah ini, mengoptimalkan kesiapan prokes. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya