Jelang Nataru, Bapok Aman dan Harga Stabil

“Secara keseluruhan stok bahan pokok tidak ada masalah. Harganyapun cukup normal dan stabil. Hanya ada satu yang mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir, yaitu minyak goreng,” sebut Birhasani.

BANJARMASIN, KP – Ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang datangnya Natal dan Tahun Baru (Nataru) terbilang cukup aman. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Birhasani, kemarin.

Seperti harga ayam ras dan telur ayam ras yang saat ini sudah mulai normal kembali.

“Harga ayam ras dua pekan lalu sempat melonjak. Normalnya kan Rp34.000 per kilogram. Nah, sekarang kan kisarannya Rp33.000 sampai Rp35.000. Jadi normal dan aman saja,” ujar Birhasani.

Begitu pula telur ayam ras, lanjutnya, yang tadinya sempat jatuh di angka Rp19.000 per kilogram, hari ini kembali stabil harganya di kisaran Rp24.000 sampai 25.000 per kilogram.

“Secara keseluruhan stok bahan pokok tidak ada masalah. Harganyapun cukup normal dan stabil. Hanya ada satu yang mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir, yaitu minyak goreng,” sebut Birhasani.

Di sisi lain, Birhasani mengakui, naiknya harga minyak goreng nabati lantaran dipicu adanya kenaikan harga bahan bakunya berupa Crude Palm Oil (CPO) di dunia.

Dimana, harga CPO dalam negeri mengacu kepada harga internasional, sehingga terjadi kenaikan bahan baku minyak nabati dari kelapa sawit tersebut.

Berita Lainnya

Enam Pertashop Beroperasi di Tapin

1 dari 1.047

Ditambah lagi, permintaan yang tinggi terhadap minyak goreng nabati, bukan hanya di Indonesia saja, tapi hingga di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan menurunnya produksi minyak goreng hewani.

“Dan ini juga sesuai dengan siaran pers dari Kementerian Perdagangan, bahwa kenaikan harga minyak goreng karena tingginya harga bahan baku,” imbuhnya.

Birhasani menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pasar murah atau operasi pasar yang bekerjasama dengan beberapa dinas dan instansi vertikal termasuk Bulog.

“InsyaAllah, pada minggu ke tiga bulan Desember, operasi pasar sudah kami mulai di seluruh kabupaten kota di Kalsel. Sekarang kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” ungkapnya.

Rencananya, Birhasani membeberkan, untuk pasar murah nanti sudah ada produsen dan distributor minyak goreng, gula, Bulog, pelaku usaha di bidang peternakan, dan sejumlah pelaku UMKM yang akan berpartisipasi.

“Ini juga sebagai upaya kita untuk membantu mempromosikan para UMKM lokal,” ucapnya.

Menurutnya, saat pasar murah nanti harga minyak goreng juga akan jauh lebih murah. Selisih harganya terbilang cukup lumayan, antara Rp3.000 – Rp 4.000 dibandingkan harga di pasaran.

“Untuk minyak goreng sederhana yang kemasan bantalan itukan harganya kisaran Rp17.500 – Rp18.000. Minyak curah tidak jauh berbeda, paling Rp500 lebih murah dibandingkan minyak goreng sederhana. Kalau yang kemasan premium harganya sedikit lebih maha, berkisar antara Rp 18.500 sampai Rp 20.000 tergantung mereknya. Nah, saat operasi pasar nanti harganya akan lebih miring,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Birhasani, pada awal bulan Desember pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi termasuk dengan Kementerian Perdagangan untuk mengecek kesiapan dalam menghadapi Nataru. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya