Banjarmasin Berduka, Mantan Wali Kota Yudhi Wahyuni Meninggal Dunia

Banjarmasin, KP – Tepat di hari Jumat yang merupakan hari besar muslimin, mantan Wali Kota Banjarmasin Ahmad Yudhi Wahyuni meninggal dunia.

Mantan orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai periode 2005-2010 itu dikabarkan meninggal dunia pada 17 Desember 2021 atau 13 Jumadil Awwal 1443 H sekitar pukul 05.14 Wita.

Belum diketahui lokasi almarhum bakal dimakamkan. Namun rencananya, beliau akan disalatkan di Masjid Al Jihad, Banjarmasin usai salat Jumat hari ini.

Kabar itu tentu menjadi duka mendalam khususnya bagi warga yang pernah merasakan banyaknya perubahan yang terjadi di Kota Banjarmasin pada era kepemimpinan Yudhi Wahyuni.

Pria yang lahir pada 5 Oktober 1955 itu adalah ketua DPW Partai Amanat Nasional Kalimantan Selatan. Ia terpilih sebagai wali kota setelah memenangkan Pilkada Tahun 2005 hasil Koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan menggandeng H. Alwi Sahlan sebagai Wakilnya.

Berita Lainnya

Gawian Manuntung Barataan Himung

Perbaiki Ribuan Rumah Tuai Penghargaan

1 dari 1.642
loading...

Sebelum dikabarkan wafat, warga Banjarmasin sempat dikejutkan dengan kabar bahwa pria yang dikenal sebagai wali kota dengan berbagai terobosan untuk memajukan Kota Banjarmasin itu tengah menjalani perawatan secara intensif pada 25 Oktober 2021 lalu.

Selama lima tahun memimpin Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini, Yudhi memperjuangkan identitas kota sebagai kota agamis dengan melarang pembukaan tempat hiburan malam (THM) pada malam Jumat.

Kemudian, ia juga berhasil mengeluarkan kota ini dari predikat kota terkotor masuk dalam jajaran lima kota terbersih di Indonesia,

Selain itu, kebijakan era Wali Kota A Yudhi Wahyuni ini juga dinilai berhasil membebaskan pemukiman di bantaran Sungai Veteran, Jalan Piere Tendean dan Jalan Jafri Zam-zam, walau harus menghadapi banyak protes dari berbagai pihak.

Lalu, jika berbicara tentang Peraturan Daerah (Perda) di Kota Banjarmasin, dua perda yang telah digolkan di masa Yudhi.

Seperti Perda Ramadhan Nomor 4/2005 tentang perubahan atas Perda Banjarmasin Nomor 13/2003.

Termasuk, melarang atau menutup stockpile batubara di wilayah kota juga merupakan buah kebijakan seorang Yudhi Wahyuni. Pasalnya akar dari lahirnya Perda tersebut dikarenakan banyaknya truk-truk batubara yang bisa bebas berseliweran di jalan kota pada kala itu. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya