Nopember 2021, Kalteng Inflasi 0,28 Persen

Palangka Raya, KP – Pada bulan November 2021 lalu, Provinsi Kalimantan Tengah terjadi inflasi sebesar 0,28 persen, terang Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Kalteng Eko Marsoro, Rabu (1/12).

Kenaikan Indek Harga Konsumen (IHK/Inflasi) itu terjadi berdasarkan dua kota acuan Palangka Raya dan Sampit, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,84.

Dijelaskan, dari 90 kota IHK, 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01 persen dengan IHK sebesar 113,80 dan terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 107,06.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 107,95 dan terendah terjadi di Tual sebesar 0,16 persen dengan IHK sebesar 108,77.

Inflasi Gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada November 2021 terjadi karena adanya peningkatan indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,58 persen).

Kemudian dipicu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,34 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,26 persen), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,23 persen).

Berita Lainnya
1 dari 662

Yang juga beri andil dari kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,17 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dan kelompok transportasi (0,08 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompok kesehatan

(0,07 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (0,01 persen).

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2021 untuk gabungan Kota

Palangka Raya dan Kota Sampit tercatat sebesar 2,44 persen dan tingkat inflasi

tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 2,81 persen.

Adapun komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain minyak goreng, telur ayam ras, semangka, ikan gabus, dan sawi hijau.

Dan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain kacang panjang, daging, ayam ras, mangga, ketimun, dan tomat. Tidak dijelaskan faktor naiknya sejumlah komoditas tersebut, demikian pula penurunannya harga bahan pokok (bapok). (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya