Pemko Harus Konsisten Penanganan Kawasan Rawan Banjir

Musibah itu patut diwaspadai katanya, karena menyusul masih tingginya curah hujan menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Kota Banjarmasin salah satu kabupaten/kota di Kalsel dengan status sebagai daerah Siaga Banjir

Ir H Sukrowardi

BANJARMAASIN, KP – Pemko Banjarmasin khususnya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) diminta harus konsisten dalam melaksanakan program dalam mengatasi masalah banjir di kota ini.

” Terutama pada sejumlah wilayah pemukiman warga yang rawan tergenang banjir, ” kata anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin Ir Sukhrowardi MAP.

Sebelumnya kepada {KP} Jumat (21/1/2022) mengingatkan. pihak Pemko dengan didukung masyarakat wajib secara bersama-sama mengantisipasi agar musibah banjir yang dialami Kota Banjarmasin tidak terulang lagi.

Musibah itu patut diwaspadai katanya, karena menyusul masih tingginya curah hujan menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Kota Banjarmasin salah satu kabupaten/kota di Kalsel dengan status sebagai daerah Siaga Banjir.

Menyadari status ancaman musibah ini lanjutnya , menuntut Pemko Banjarmasin t harus tetap memfokuskan secara konsisten memprogramkan antisipasi.

“Minimal mengupayakan bagaimana agar jika banjir terjadi sejumlah pemukiman yang masih tergenang banjir air cepat surut,” kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini.

Berita Lainnya
1 dari 4.730
loading...

Sukhrowardi mengatakan, terkait upaya mengatasi ancaman banjir terutama pada sejumlah wilayah pemukiman warga yang airnya rawan terjadinya genangan, DPUPR diharapkan menjalin kerjasama dengan pengusaha atau pihak swasta.

Menurutnya, kondisi geografi Kota Banjarmasin yang datar dan rendah membuat sejumlah wilayah tergenang saat banjir, sehingga harus ada program nyata untuk mengalirkan atau membuang air agar cepat surut.

Selain banyak dataran rendah kata Sukhrowardi melanjutkan, di Kota Banjarmasin masih cukup banyak sungai dan drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

” Kondisi ini terjadi selain sungai dan drainase yang banyak dangkal akibat dipenuhi sampah, tapi juga disebabkan banyaknya bangunan yang membuat saluran pembuangan air tersumbat,” ujarnya.

Menurutnya, kedepan demi untuk melindungi kepentingan umum seluruh bangunan yang menutup saluran air baik drainase dan sungai ini haruslah dilakukan pembongkaran oleh pihak Pemko Banjarmasin.

Ia mengakui pasca musibah banjir cukup parah dialami Kota Banjarmasin awal Januari 2021 lalu, pihak Pemko sudah melakukan pembongkaran terhadap sebagian bangunan yang menutup saluran air baik drainase dan sungai di kota ini.

” Seperti dibongkarnya beberapa kios di samping Pasar Kuripan yang dinilai menghambat aliran sungai Veteran serta dibongkarnya halaman ruko dan bangunan lainnya di kawasan Jalan A Yani Km 4,5, ” ujarnya.

Pada bagian lain Sukhrowardi juga mengusulkan, agar Pemko Banjarmasin membangun pintu air di beberapa titik, seperti di muara Sungai Veteran.

Disebutkan, hingga saat ini Kota Banjarmasin baru memiliki satu pintu air yaitu di Muara Sungai Tatas tepatnya samping SPBU Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan Jalan RE Martadinata atau samping kantor walikota. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya