Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Arisan Online Diduga Telan Banyak Korban, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

×

Arisan Online Diduga Telan Banyak Korban, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini
pexels ahsanjaya 8463694 scaled

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kasus dugaan penipuan berkedok jual beli arisan online kembali mencuat di Banjarmasin. Kasus ini diduga telah menimbulkan banyak korban dengan total kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kasus tersebut menyeret seorang perempuan berinisial NJ, yang diketahui berprofesi sebagai perawat home care. Sejumlah korban telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polresta Banjarmasin.

Kalimantan Post

Salah seorang korban, Zulis, mengaku awalnya mengenal NJ, karena kerap menggunakan jasanya sebagai perawat home care. Dari hubungan tersebut, ia kemudian ditawari mengikuti skema jual beli arisan yang dikelola NJ.

“Awalnya di bulan Maret ditawari arisan online dengan setoran Rp10 juta dengan keuntungan yang dijanjikan Rp5 juta selama satu bulan,” ujar Zulis, Senin (24/8/2026).

Namun ketika tiba waktu pencairan, Zulis menyebut uang yang dikembalikan kepadanya tidak sesuai dengan kesepakatan. Dana keuntungan justru kembali dimasukkan ke putaran arisan berikutnya.

“Berkali-kali selalu seperti itu. Uang yang dikembalikan tidak pernah penuh. Selalu ada yang dimasukkan untuk putaran berikutnya,” jelasnya.

Kondisi tersebut berlangsung berulang hingga akhirnya Zulis mulai mempertanyakan keberadaan dana miliknya. Bersama sejumlah korban lainnya, ia sempat mendatangi rumah NJ di kawasan Jalan Pramuka. Namun, NJ disebut sudah tidak berada di lokasi.

Para korban kemudian mencari keberadaan NJ hingga akhirnya menemukan NJ di sebuah rumah kos di kawasan Banjarmasin Selatan. Situasi sempat ramai dan NJ kemudian dibawa ke Polsek Banjarmasin Selatan.

“Karena tidak ada titik terang, akhirnya kami melaporkan ke Polresta Banjarmasin guna menuntut keadilan,” tuturnya.

Korban lainnya, Nur, mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Ia mengatakan awalnya mengetahui arisan yang dikelola NJ dari status seorang teman.

“Awalnya itu cuma arisan biasa, bukan arisan online. Semua berjalan lancar,” tuturnya.

Baca Juga :  Diduga Obat Nyamuk Penyebab Kebakaran di Banjar Indah Permai Banjarmasin Hingga Telan Satu Korban Jiwa

Seiring waktu, NJ kemudian menawarkan kepada Nur untuk membeli arisan atas namanya dengan alasan dana tersebut diperlukan untuk keperluan mendesak sang suami.

“Pertama cuma Rp10 juta dengan janji keuntungan Rp3 juta selama satu bulan. Awalnya semua lancar dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Kepercayaan tersebut membuat Nur kemudian menambah dana yang diinvestasikan. Nominalnya bervariasi mulai Rp3 juta hingga Rp25 juta selama periode Maret hingga Juni 2026.

“Setiap bulan saya ditawari untuk membeli arisan dengan alasan uangnya mau digunakan untuk biaya anak kuliah hingga berangkat umrah. Total kerugian saya ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Saat ini kasus dugaan penipuan berkedok arisan online tersebut tengah ditangani Polresta Banjarmasin. Para korban berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan jumlah korban dan total kerugian yang sebenarnya.

Para korban juga berharap proses hukum dapat memberikan keadilan serta mencegah munculnya korban lain dari modus serupa. (yul/KPO-4).

Iklan
Iklan