Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Penderita Penyakit Hipertensi Menduduki Rangking Tertinggi

×

Penderita Penyakit Hipertensi Menduduki Rangking Tertinggi

Sebarkan artikel ini

Data Dinas Kesehatan 2021 tercatat 1500 rangking penyakit dan urutan kedua ditempati penderita diabetes, ketiga Ispa dan terakhir jantung

BANJARMASIN, KP – Sampai sekarang ini di Banjarmasin penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) tiap tahun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data kasus penderita penyakit hipertensi (darah tinggi) masih menduduki rangking tertinggi.

Kalimantan Post

Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, sepanjang tahun 2021 mencatat lebih 1500 kasus, urutan kedua ditempati penderita diabetes, ketiga Ispa dan terakhir jantung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi usai rapat kerja dengan komisi IV DPRD Kota Banjarmasin. Selasa (11/1/2022) kepada sejumlah wartawan mengatakan. guna mengantisipasi penyakit tidak menular tersebut masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat.

Dijelaskan selain penyakit menular, penyakit tidak menular jadi merupakan beban ganda dan tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan.

Penyakit tidak menular lanjutnya, sering dianggap tidak berbahaya dibanding penyakit menular. Padahal tandasnya, pembunuh nomor satu justru masuk pada kategori penyakit tidak menular seperti hipertensi jantung, diabetes, ginjal, dan lain-lain.

“Maka dari itu untuk menghindari penyakit tidak menular ini kita terus mengingatkan agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup sehat,” kata Machli Riyadi.

Lebih jauh dijelaskan Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah dan program untuk mengantisipasi peningkatan penyakit tidak menular diantaranya melalui pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan bagi kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di seluruh puskesmas di Banjarmasin.

“Selain itu kita juga melakukan penyuluhan deteksi dini aktif faktor resiko penyakit hipertensi, jantung dan pembuluh darah kepada masyarakat secara lebih intensif ,” kata Machli Riyadi.

Dikatakan, program yang kini terus digalakkan adalah menerapkan konsep paradigma hidup sehat. Itu artinya kata Machli menjelaskan, yang ditangani bukan hanya orang menderita sakit, tapi juga orang sehat supaya semakin sehat dan tetap bugar.

Secara khusus ia menjelaskan, bahwa perubahan pola penyakit yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular dikenal sebagai transisi epidemiologi.

“Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya adalah diantaranya akibat perubahan gaya hidup modern, namun seseorang sering mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan “. (nid/K-3)

Baca Juga :  Tak Sekadar Renovasi, Pasar Ujung Murung Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru Kota
Iklan
Iklan