Banjarbaru, KP – Bayu atau angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan. Biasanya angin ini terdapat di daerah tertentu dengan potensi hembusan angin yang besar.
Pembangkit listrik energi bayu sendiri mengonversikan energi bayu menjadi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin sebagai generator.
Indonesia pun sudah mulai memanfaatkan angin dengan membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2018 silam.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan akan melakukan pembangunan PLTB yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Tanah Laut.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan, Kelik Isharwanto melalui Kepala Bidang Energi, Sutikno mengungkapkan, pihaknya saat ini masih dalam tahap pengumpulan lelang.
“Sampai saat ini sudah ada 3 perusahaan yang telah mengumpulkan berkas agar bisa ikut lelang pembangunan PLTB ini,” ucapnya, dikutip dari website Pemrov Kalsel.
Sutikno menambahkan, apabila sudah diteken kontrak maka proses pembangunannya akan berjalan sekitar 18 bulan.
“Apabila proses ini berjalan dengan normal dan sesuai rencana, maka PLTB ini akan terbangun pada tahun 2023 – 2024,” ujarnya.
Lebih jauh, Sutikno menjelaskan, pada tahun 2050 nanti Kalsel menargetkan sudah dapat memproduksi energi listrik sebesar 2000 MW.
“Apabila PLTB ini dapat terekploitasi dengan benar, maka untuk capaian energi yang didapat bisa mencapai 1400 MW, sehingga PLTB ini dapat memaksimalkan produksi energi di Kalsel,” sebutnya.
Di sisi lain, Sutikno juga berharap dengan adanya pembangunan PLTB ini, maka ekonomi dan pariwisita juga dapat tumbuh serta menggeliat dalam pembangunan di Kalsel.
“Selain itu, untuk kebutuhan energi kita juga akan terpenuhi sehingga ketahanan energi yang ada di Kalsel akan meningkat,” tutupnya. (Opq/K-1)















