Rantau, KP – Bupati Tapin HM Arifin Arpan berikan cabai rawit hyung yang terkenal pedasnya 17 kali lipat kepada Wakil Mentri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi pada saat usai melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Pertanian RI. Di Jakarat Rabu (23/02/2022) kemarin.
Cabai rawit hiyung di berikan dalam bentuk cabai dan bentuk abon, hal itu menunjukkan bahwa produk cabai adalah hasil hasil pertanian Kabupaten Tapin.
Bupati Tapin HM Arifin Arpan, menuturkan, saat ini di Kabupaten Tapin memiliki produk unggulan yang diolah dari pertanian. Seperti abon cabai hiyung, sambal cabai hiyung dan beras premium.
“Cabai Hiyung khas Tapin yang memiliki tingkat kepedasan 17 kali dan banyak digemari oleh masyarakat,“ tuturnya.
Dikatakannya bahwa dengan digemarinya cabai hiyung baik itu dari Daerah maupun luar daerah membuat pihak petani dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin memikirkan bagaimana agar cabai hiyung dapat dinikmati masyarakat tanpa mengurangi tingkat kepedasannya. Sehingga diolahlah abon cabai dan sambal cabai yang berbahan dasar cabai hiyung.
“Saat ini produk olahan abon cabai telah banyak dijual di Kalsel di luar Kalimantan,“ ujarnya.
Bahkan ada yang sudah dibawa warga luar negeri, untuk mencoba dan menikmati kepedasan cabai hiyung.
Dengan digemarinya cabai hiyung di berbagai lapisan masyarakat, pemerintah daerah akan berencana mengekspor ke luar negeri dalambentuk abon cabe, yang saat ini masih dalam tahap pengolahan kemasan yang masih dalam uji coba.
Berharap nantinya, Wakil Menteri bisa datnag ke Tapin untuk melihat langsung produk unggulan Tapin salah satunya tananam cabai rawit hiyung disamping tanaman lainnya seperti padi dan jagung.
Wamentan Harvick Hasnul Qolbi, saat melihat langsung olahan dari Pertanian Kabupaten Tapin merasa sangat bangga dan senang, karena Kabupaten Tapin dapat terus berinovasi untuk mengembangkan pertaniannya dengan sedemikian rupa.
“Saya mengapresiasi dan bangga apa yang dilakukan Pemerintah Kab Tapin, berinovasi untuk mengembangkan pertanian di daerah,” katanya.
Dengan dibuatnya olahan seperti ini tentunya dapat mendorong perekonomian di petani yang mana hasilnya juga untuk para petani iut sendiri.
“Berharap Tapin kedepan terus berinovasi di bidang pertanian untuk lebih maju dan berkembang,“ tutupnya. (abd/K-6)















