Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Omicron Belum Masuk Banjarmasin

×

Omicron Belum Masuk Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20220207 WA0076 scaled
Menjelaskan - Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, menjelaskan hasil rakor terkait penanganan Covid-19 termasuk antisipasi menghadapi varian Omicron bersama Presiden Joko Widodo (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Banjarmasin belakangan ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota setempat.

Benar saja, per 6 Februari 2022 pukul 16.00 Wita saja, angka kasus terkonfirmasi positif virus Corona di Bumi Kayuh Baimbai ini sudah menyentuh angka 828. Dengan rincian 778 orang menjalani isolasi mandiri dan 50 sisanya terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kalimantan Post

Kendati demikian, Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin menegaskan bahwa dari ratusan kasus yang melonjak tajam tersebut bukan berasal dari varian Omicron.

Padahal, kasus varian baru dari virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu terindikasi sudah ada di Kalsel.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina yang didampingi, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo, Kasdim 1007/Banjarmasin, Letkol Arm Agung Nugroho dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, mengatakan, bahwa sampai saat ini belum di temukan bahwa kasus Omicron terdeteksi di Banjarmasin.

“Kami sudah mengikuti video conference dengan pak Presiden Jokowi mengenai arahan langsung Omicron dan Covid-19 secara keseluruhan,” ucapnya usai rapat tersebut, Senin (7/2) siang

Menurut Ibnu, konsentrasi penanganan varian Omicron dalam video conference bersama dengan Presiden RI, Joko Widodo tersebut lebih memfokuskan ke Jawa dan Bali.

“Jadi di Banjarmasin masih belum terkonfirmasi. Karena sesuai informasi Plt Kadinkes tadi kita juga sudah ada memasukan sebanyak 17 sampel se Kalsel. Tapi masih belum ada yang konfirm positif Omicron,” bebernya.

Kendati demikian, Ibnu Sina menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan percepatan vaksinasi dan tetap menegakan protokol kesehatan.

“Jadi penekanan yang disampaikan Pak Presiden tadi hanya dua hal itu saja. Tapi teyap kita harus waspada,” tukasnya

Baca Juga :  Gubernur Apresiasi Peran RAPI pada Pembukaan Rakerda VIII di Banjarmasin

“Vaksinasi kita genjot terus. Saat ini sudah mencapai 84 vaksinasi secara keseluruhan. Tapi kita akan terus menggenjot untuk vaksinasi lansia. Karena saat ini masih 49 persen,” sambungnya lagi.

Untuk itu, orang nomor satu di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini berharap, agar langkah-langkah percepatan sesuai instruksi Presiden tersebut bisa segera dilaksanakan.

“Karena dari riset yang didapatkan, 65 persen yang terpapar Omicron adalah orang yang masih belum lengkap vaksinasinya,” pungkasnya.

Selain itu, Ibnu menilai Bed Occupation Raye (BOR) untuk Kota Banjarmasin sendiri dinilainya juga masih rendah, yakni hanya 21 persen.

“Kapasitas Rumah Sakit (yang ada di Banjarmasin) kita sudah terisi 21%, karena dari kasus 800 lebih kasus yang ada ini mayoritas emang isolasi mandiri di rumah,” ujarnya.

“Karena itu kita persiapkan juga segala sesuatunya seperti obat dan oksigen yang harus aman, kita masih punya cadangan yang cukup,” tuntas Ibnu (Kin/KPO-1)

Iklan
Iklan