Batulicin, KP – Dua pekan telah dilaksanakan safari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ke desa desa telah di datangi oleh BupatibTanah Bumbu HM,Zairullah Azhar dan jajarannya.
Kini safari Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW ini telah di akhiri. Menutup safari Isra Mi’raj ini, Zairullah langsung menyelesaikan empat desa yang belum di datangi.
Empat desa sebagai penutup safari Isra Mi’raj ini yakni, Desa Sungai Dua Laut, Kecamatan Sungai Loban, lanjut ke Desa Karang Intan, Kecamatan Kuranji, kemudian Desa Teluk Kepayang, Kecamatan Teluk Kepayang dan terakhir di Desa Bakarangan, Kecamatan Kusan Hulu.
Dengan didatangi nya empat desa ini praktis safari Isra Mi’raj ini pun selesai.
Sebelum nya, di safari beberapa waktu lalu Zairullah banyak menyampaikan, bahwa Tanah Bumbu dalam usianya sekarang masih berada di tahapan awal dalam sebuah proses perjuangan yang panjang.
“Di episode yang ke dua kabupaten kita tercinta ini dalam masa pertumbuhan dan pengembangan ekonomi. Kita akan memanfaatkan semua momentum dan semua energi yang kita punya sehingga apa yang menjadi cita-cita masyarakat dan kabupaten sebagai Serambi Madinah bisa sukses,” ungkapnya. Zairullah juga menjelaskan, terkait pakaian yang ia kenakan dan rombongan, pakaian ini sebagai ciri khas Tanah Bumbu. Pakaian putih melambangkan ketulusan, kesucian dan keikhlasan.
Adanya kain sarung tenunan khas daerah yang melilit pinggang melambangkan terjaganya integritas dan kehormatan, di padu dengan nuansa peci putih sebagai impian Mekkah dan Madinah yang dijunjung tinggi dan didoakan agar masyarakat Tanah Bumbu bisa pergi haji dan umroh.
“Kita ingin, mewariskan tradisi baik kepada anak dan cucu kita, juga ini adalah bentuk totalitas dari kemauan kita dalam mencapai Kabupaten Serambi Madinah,” ungkap Zairullah saat safari Isra Mi’raj di kemasjid Baiturrahim Desa Sukadamai Kecamatan Mantewe, dan Masjid Istiqomah di Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang. Dia berharap, Safari Isra Mi’raj yang dilakukan berkelanjutan ini dapat menyatukan energi dan menjaga sinergitas kebersamaan sehingga muwujudkan yang menjadi doa dan cita-cita bersama.
Zairullah juga berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan agar tidak lalai kepada fakir miskin, orang jomplo yang perlu perhatian dan bantuan, termasuk dalam misi memuliakan anak-anak yatim di desa.
“Tidak ada anak yatim di Tanah Bumbu yang tidak di muliakan, jika perlu bawa ke Istana Anak Yatim untuk mendapatkan pendidikan dan ilmu disana,” ucapnya sekaligus Pembina Yayasan Istana Anak Yatim Darul Azhar Bersujud. Turut berhadir dalam kegiatan ini para Alim Ulama, Habaib, Syarifah, Tokoh Agama, Forkopimda, Para Pejabat di Lingkup Pemkab Tanbu, Muspika, Kepala Desa, pejabat RT, dan Tokoh Adat dan masyarakat. (han)















