Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Film ‘Marley’ Sentil Isu Jual-beli Daging Anjing

×

Film ‘Marley’ Sentil Isu Jual-beli Daging Anjing

Sebarkan artikel ini
hAL 9 3 kLM fILM
NOBAR- Yayasan Cinta Satwa Borneo Kalimantan Selatan saat bersiap nonbar (nonton bareng) bersama tim Animal Rescue Kota Banjarmasin film Marley di Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin. (KP/Zakiri)

Sebagai aksi nyata untuk mendukung konservasi hewan, sebagian penjualan tiket film ini rencanannya akan didonasikan kepada tempat penampungan hewan (shelter) yang membutuhkan

BANJARMASIN, KP – Masih adanya olahan daging anjing sebagai hidangan makanan di rumah makan maupun restoran saat ini memang memicu kontroversi di tengah masyarakat.

Kalimantan Post

Pasalnya, tak sedikit rumah makan tradisional yang memang sengaja menyajikan olahan makan berbahan daging hewan karnivora itu untuk dikonsumsi.

Atas dasar isu itulah, pediri yayasan Cinta Satwa Borneo, Esther Imelda mengajak masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya, untuk menonton film dengan judul ‘Marley’.

Pendiri sekaligus pembina yayasan yang resmi memiliki rumah singgah anjing pertama di Kalimantan Selatan sejak Agustus 2020 lalu itu mengatakan, bahwa film yang perdana tayang di seluruh bioskop di Indonesia ini pada Kamis (17/03) ini memang sangat direkomendasikan untuk jadi tontonan keluarga.

“Isu yang diangkat adalah permasalahan yang memang sering terjadi disekitar kita,” ucapnya saat dibincangi awak media, Kamis (17/03) malam.

Karena itulah, Esther menilai bahwa edukasi yang disampaikan dalam film tersebut diharapkan bisa menghentikan praktik perdagangan daging anjing sebagai bahan makanan.

“Ini supaya (dengan harapan) menghentikan perdagangan dagang anjing dan membuat restoran daging anjing. Film garapan bang Denny ini sangat bahagia sekali. Ini bukan film romansa,” imbuhnya.

Apalagi, Esther melanjutkan, sebagian hasil keuntungan yang didapat dari pemutaran film tersebut akan didonasikan kepada yayasan-yayasan penyelamatan hewan liar termasuk anjing.

Sekali lagi, ia menekankan dalam Undang-undang yang berlaku di negara Indonesia, perdagangan anjing sebagai hewan konsumsi adalah tindakan yang tak dibenarkan oleh hukum.

“Memang Memang di Banjarmasin sudah sangat jarang, tetapi di yang pasti tetap ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Wali Kota Yamin Dukung PERTIKARADA Kalsel XIII 2026

“Ini supaya (dengan harapan) menghentikan perdagangan dagang anjing dan membuat restoran daging anjing. Film garapan bang Denny ini sangat bahagia sekali. Ini bukan film romansa,” tuturnya.

Sebagian penjualan tiket film ini rencananya akan didonasikan kepada tempat penampungan hewan (shelter) yang membutuhkan.”Termasuk Kalsel yang juga akan mendapatkan bagian,” terangnya.

Esther juga menegaskan, dalam Undang-undang yang berlaku di negara Indonesia, sebenarnya perdagangan anjing sebagai hewan konsumsi adalah tindakan yang tak dibenarkan oleh hukum.

“Memang Memang di Banjarmasin sudah sangat jarang, tetapi masih ada beberapa. Harapan saya semoga daging anjing tidak diperjualbelikan lagi,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Animal Rescue Kota Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko. Ia mengakui bahwa masih ada segelintir rumah makan yang menyediakan olahan masakan yang berbahan dasar daging anjing.

“Kita terus mengedukasi warga, apalagi di film ini jelas mengedukasi kalau anjing bukan menjadi bahan konsumsi di masyarakat,” jelasnya singkat.

Diketahui sebelumnya, Film Indonesia Marley (2022) dapat disaksikan secara perdana melalui bioskop-bioskop di Indonesia mulai Kamis, 17 Maret 2022 kemarin.

Film ini disutradarai oleh Ridho M. Ainun dengan naskah skenario yang ditulis oleh Haikal Damara dan ide utama ceritanya digagas oleh Denny Siregar selaku produser.

Marley (2022) merupakan film Indonesia pertama yang diperankan oleh seekor anjing berjenis pitbull, bahkan menjadi pemeran utama. Adapun ide cerita film ini mengambil latar permasalahan dari keprihatinan terhadap fenomena maraknya penangkapan anjing untuk santapan. Film ini pun dibuat untuk senantiasa mencintai satwa.

Sebagai aksi nyata untuk mendukung konservasi hewan, sebagian penjualan tiket film ini rencanannya akan didonasikan kepada tempat penampungan hewan (shelter) yang membutuhkan.

Dalam film yang bergenre drama keluarga tersebut menceritakan persahabatan seekor anjing yang berjenis pitbull bernama Marley dengan seorang guru matematika.

Baca Juga :  Sekda Banjarmasin Pimpin Rapat TAPD Bahas Persiapan RAPBD 2027 dan Perubahan APBD 2026

Selain dibintangi oleh artis kenamaan Tyas dan Tengku, film ini juga menghadirkan aktris dan aktor seperti Jason L. Theo, Emmie Lemu, Yadi Timo, Chika Waode, Aden Bajaj, Isa Bajaj, Ricky Malau, dan Roni Gulung.

Sinema yang berdurasi 1 jam 46 menit di bawah naungan rumah produksi Denny Siregar Production, AIR Films, dan bekerja sama dengan Maxtream Originals. Film ini memiliki jargon “Seekor sahabat tidak pernah berdusta tentang cinta.” (Kin/K-3)

Iklan
Iklan