Jika Jembatan dibangun selain bisa menekan arus kemacetan paling tidak bisa menekan ketertinggalan masyarakat yang sudah moderen dan sebagian mereka masih naik Getek
BANJARMASIN, KP – Diskusi terbatas soal pembangunan Jembatan Sei Jingah – Sei Bilu dibandingkan rencana pemerintah membangun Jembatan Sungai Gampa- Pramuka ternyata urgensi kepentingan lebih mayoritas diperlukan untuk pembangunan Sei Jingah.
Diskusi yang digelar empat media, SKH Kalimantan Post, jejakrekam.com, apahabar.com, dan KOPI, di Thaher Squer, menghadirkan diskusi terfokus soal menakar urgensi Jembatan Sei Jingah versus Jembatan Pramuka-Sei Gampa. Hadir pula pengamat publik yang mantan komisioner KPU Kalsel Dr Muhammad ME serta sejumlah jurnalis di Banjarmasin.
Mengapa hal ini penting?, Jika Jembatan dibangun paling tidak bisa menekan ketertinggalan masyarakat yang sudah moderen dan sebagian mereka masih naik Getek, ucap Anggota DPRD Kalsel HM RosehaNB.
Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD dari FDIP ini mengatakan jembatan Sei Jingah – Sei Bilu sangat dibutuhkan masyarakat dibanding rencana pemerintah yang akan membangun jembatan Pramuka-Sungai Gampa.
Demikian juga secara manfaat dibukanya Jembatan Basit dan Gubernur Syarkawi, sudah tidak lagi menjadi arus. Karena dengan perkembangan kelurahan, di Banua Anyar dan Sungai Lulut. Suka atau tidak suka, jalan Banua Anyar terbuka menambahkan baru namanya Sungai Andai. Begitu juga Kelurahan Sungai Andai dengan kemajuan gerakan H Asbullah sebagai developer pengembang kelurahan,cukup maju dan cepat”katanya.
Disisi lain dengan semakin padatnya Puskesmas dampak pertumbuhan UKM kini warga Pengambangan iri, lebih condong untuk segara dibangunkan Jembatan Sei Jingah – Sei Bilu yang historis, agar kedepan pelajar SMPN 10 Banjarmasin tak lagi begetek, dan langkah yang special dari kedua kepala daerah baik Walikota H Ibnu Sina dan Paman Birin untuk segara memujudkannya.
Jadi secara politis, tidak melihat DPRD, justru dilihat zaman pemerintahan siapa. Jalan Gubernur Soebardjo, Jalan Gubernur Syarkawi dan lainnya, kepala daerah siapa jaman siapa ya. Karena itulah hendaknya Pemko berkolaborasi dengan wakil rakyat DPRD Kalsel dari Banjarmasin. Sinergi antara eksekutif dan legislatif, kota dan provinsi, menghamburkan tidak uang.
Sedangkan Sukrowardi yang juga anggota Komisi III DPRD Banjarmasin dari Fraksi Golkar mengutip pendapat Almarhum Bachtiar Murad, poros pada jembatan dan jalan untuk pembangunan yang jadi prioritas. Akses jalan tembus, ketika fungsi jembatan memudahkan untuk menyeberang dan efisiensi beraktivitas. Hal penting untuk disuarakan.
“Kini Pemko dibawah Pak Ibnu Sina dan pemprov Paman Birin hendaknya jangan hanya berlomba membuat sebuah legend. Legen Ibnu Sina-Hermansyah adalah Jembatan HKSN dan Jembatan Antasan Bromo meski dibangun di era Ibnu-Arifin.
Padahal pembangunan Sei Jingah tak kalah menariknya jika dijadikan legend Gubernur Kalsel Paman Birin dan kebetulan dari Sungai Jingah. Begitu juga Makam Surgi Mufti dan Guru Zuhdi, jembatan ini harus segera dibangun. Sinergis, bisa duduk Pemkot dan Pemprov, apa kontribusi atau sharing biaya. Mendorong membuat legend atau sejarahnya. Prioritas atau langit-langit, Jembatan Sei Jingah prioritas. Banjarmasin tidak lagi mengembangkan kota, karena wilayahnya sudah terbatas.
Sedangkan M Isnaini Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin dari Fraksi Gerindra mengatakan Jembatan Sei Jingah sangat penting untuk dibangun karena merupakan aspirasi pendapat dan harapan dan impian, bagaimana bisa terwujud tentu perlu dukungan semua masyarakat.
Lebih tepat adalah Jembatan Sei Jingah, dari segi manfaat dan kebutuhan, jelas sudah dirindu-rindukan. Kalau toh, disampaikan direview DED, akan segera menganggarkan DED Jembatan Sei Jingah,”katanya.
Diakui, untuk mendapat gambaran secara rinci, anggaran jembatan Pramuka-Sei Gampa, pembebasan bermanfaat dibangun belum ada kepastian. Melihat persoalan jembatan adalah persoalan kebutuhan, sependapat dengan Mantan Wagub Rosehan untuk membangun Jembatan Sungai Jingah- Sungai Bilu,”katanya.
Bahkan secara emosial akan sangat mendukung keberadaan Jembatan Sei Jingah. Apakah pemko masih bersikeras mendahulukan Jembatan Pramuka-Sei Gampa, kami akan tetap berjuang, untuk jembatan Sei Jingah,”katanya.
“Sah-sah saja apa yang disampaikan Plt Kadis PUPR Banjarmasin masuk ke Perda RTRW Banjarmasin, kegunaan dan fungsi.
Apakah jembatan Pramuka-Sei Gampa bisa diuji atau dibandingkan atau sejajar dengan Jembatan Sei Jingah, masih debatable,”katanya.
Ia tetap mengharapkan Pemko lebih arif dan memilah dan memilih serta mengakomodir dan bisa melihat lebih objektif, apa-apa yang menjadi harapan kota Banjarmasin.”Mungkin survei, yang mendominasi akan rencana jembatan Sei Jingah,”katanya.
Pengamat Kebijakan Publik Muhammad Med mengatakan bahwa kunci urgensi dan kebutuhan, manfaat dan mudharat, dan partisipasi. Mengajak teman-teman dewan yang dipilih rakyat dengan suara terbanyak. Pemilu kita didesain menjadi dorongan partisipasi. Didorong adalah partisipasi, perbedaan pendapat, tidak boleh dibiarkan liar di ruang publik, Diadakan FGD, diskusi grup terpumpun. (vin/KPO-1)















