Peran Mahasiswa Membangkitkan Bertransaksi Syariah

Oleh : Deffa Salsabilah Rusyda
Mahasiswi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Saat ini, ekonomi dan Iptek berkembang dengan pesat. Perkembangan ini ditandai dengan banyaknya lembaga keuangan dan teknologi yang digunakan dalam membantu mengelola keuangan. Dengan adanya teknologi tersebut akan memudahkan dan mempercepat proses pengelolaan keuangan mulai dari proses pencatatan,pengumpulan, pengklasifikasian, hingga menjadi sebuah laporan keuangan. Laporan yang telah dibuat ini nanti akan digunakan oleh beberapa pihak mulai dari investor, kreditor dan lain sebagainya untuk sebagai informasi yang nantinya digunakan sebagai bahan dalam mengambil sebuah keputusan.

Dengan adanya Iptek tersebut, terkadang membuat masyarakat lupa bahwa kegiatan usaha atau transaksi tersebut sudah benar apa belum. Selain itu, apakah kerjasama bisnis yang sudah atau yang sedang di jalankan menghasilkan keuntungan yang sama atau tidak. Namun, Kebanyakan dari beberapa masyarakat hanya memikirkan keuntungan tanpa mempedulikan hal tersebut. Padahal hal tersebut suatu saat akan menyebabkan terjadinya suatu permasalahan. Seperti, terjadi perselisihan akibat tidak atau kurang adilnya dalam pembagian keuntungan yang didapat dari hasil kerjasama bisnis yang mereka jalani.

Kemudian selain dari sisi bisnis, dari transaksi jual beli pun terkadang masyarakat kurang memperhatikan transaksi yang baik dan benar, dan sekali lagi, hanya memikirkan keuntungan semata. Contohnya, seperti pedagang online menjual sebuah barang. Pedagang ini tidak mengecek barang yang dijualnya, saat sampai di tangan pembeli barang ini ada yang cacat. Jarang sekali penjual yang mau meretur atau mengganti barangnya dengan barang yang baru. Mereka berpendapat bahwa barangnya cacat itu sudah bukan tanggungjawab dari penjual karena sudah sampai di tangan konsumen. Hal seperti ini akan merugikan orang lain dan tidak sesuai dengan tata cara bertransaksi jual beli yang baik.

Beberapa masalah terjadi karena masyarakat kurang mengerti tata cara transaksi yang benar. Sebagai mahasiswa sudah sepatutnya untuk membantu masyarakat dalam memperkenalkan transaksi yang baik. Transaksi yang dinilai baik adalah transaksi dengan menggunakan konsep syariah. Konsep transaksi syariah di sini merupakan transaksi yang dilakukan dengan berbasis syariah dengan mengacu pada fatwa MUI.

Berita Lainnya
1 dari 507
loading...

Sebenarnya konsep ini hampir sama dengan konsep transaksi pada umumnya atau yang bisa kita sebut sebagai transaksi konvensional. Namun, ada beberapa karakterisik yang berbeda. Misalnya, dalam membagikan keuntungan tidak dengan bunga tetapi menggunakan konsep bagi hasil yang dilakukan berdasar kepakatan pada akad di awal. Selain itu, pada konsep syariah tidak diperbolehkan ada unsur riba, kemudian tentunya barang yang diperjual belikan tidak boleh haram atau yang dilarang oleh agama.

Untuk menerapkan konsep transaksi syariah pada masyarakat tentunya tidak mudah, karena memang cara ini belum banyak yang menggunakan. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ekonomi syariah. Sehingga masyarakat kurang berminat dalam menerapkan konsep syariah ini untuk bertransaksi baik untuk sehari-hari atau untuk melakukan sebuah usaha.

Sebagai mahasiswa, kita dapat memperkenalkan dan memberikan ilmu tentang transaksi syari’ah melalui sosialisasi seperti seminar yang dilakukan secara langsung atau mengadakan webinar yang dilaksanakan secara online (daring). Langkah ini merupakan langkah awal agar masyarakat dapat mengenal secara mendalam tentang konsep syariah, sehingga dengan mengenalnya masyarakat ini akan memberikan rasa ketertarikan masyarakat terhadap konsep bertransaksi syariah.

Selain melakukan atau melaksanakan kegiatan sosialisasi, mahasiswa dapat memberikan contoh kepada masyarakat dengan mendirikan sebuah usaha secara bersama dan usaha ini dalam melakukan transaksinya menggunakan transaksi syariah. Selain itu, sebagai mahasiswa kita dapat juga membantu masyarakat langsung untuk memberikan ilmunya dalam menarapkan praktik konsep syariah pada lembaga keuangannya, salah satu contohnya adalah koperasi, karena kebanyakan dari koperasi mengelola keuangannya dengan menggunakan konsep konvensional, sehingga konsep syariah ini perlu untuk disosialisasikan agar koperasi itu tidak hanya menerapkan konsep konvensional saja melainkan juga dapat menerapkan konsep syariah juga.

Dengan menerapkan transaksi atau akuntansi syariah akan dapat memberikan beberapa keuntungan, yakni terhindar dari terjadinya pertentangan, karena konsep syariah memiliki prinsip bagi hasil dengan kesepakatan bersama. Selain itu akan ada sikap tenggang rasa, dikerenakan akuntansi syariah disusun berdasarkan lingkungan islami. Sehingga, tidak hanya mengatur kepentingan bisnis, melainkan juga mengandung unsur toleransi kepada semua pihak dan masih banyak lagi.

Jadi, dengan melihat permasalahan dan beberapa keuntungan dari akuntansi syariah, maka sebagai mahasiswa hendaknya kita membantu masyarakat untuk membangkitkan transaksi syariah agar usaha atau bisnis yang sedang dijalani dapat memberikan keberkahan tidak hanya diri sendiri tetapi juga kepada orang lain.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya