Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Serap Aspirasi Masyarakat, Karli Hanafi Reses di 6 Desa

×

Serap Aspirasi Masyarakat, Karli Hanafi Reses di 6 Desa

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 KLM Karli Lili 1
RESES – Anggota DPRD Kalsel DR.H.Karli Hanafi Kalianda, SH,MH saat melakukan reses di Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala. (KP/Lili)

Banjarmasin, KP – Untuk menyarap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya Kabupaten Barito Kuala, anggota DPRD Provinsi Kalsel DR.H.Karli Hanafi Kalianda, SH.MH pada tanggal 16 hingga 18 Mei 2022 tadi mlakukan reses di enam desa yang termasuk dalam dua kecamatan di Kabupaten Barito Kuala.

Enam desa dimaksud adalah Desa Anjir Serapat Baru yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Anjir Muara.  Sedangkan lima desa lainnya yang menjadi titik reses Karli Hanafi, semuanya termasuk dalam wilayah Kecamatan Anjir Pasar yaitu Desa Hilir Mesjid, Desa Anjir Pasar Kota I, Desa Anjir Pasar Kota II dan Desa Anjir Pasar Lama serta Desa Barunai Baru.

Kalimantan Post

Usai melakukan reses di enam desa dari dua kecamatan di Ksbupsten Barito Kuala tersebut, Karli Hanafi mengatakan bahwa dia  melakukan reses untuk menjalin silturrahmi, antara dirinya selaku anggota DPRD Kalsel dengan konstituen atau masyarakat pemilih di daerah pemilihannya yaitu Kabupaten Barito Kuala.

“Dalam reses kali ini berbagai masukan atau aspirasi disampaikan oleh masyarakat dari enam desa tersebut yang mata pencariannya adalah Bertani,” jelas Karli Hanafi kepada wartawan di Banjarmasin, Minggu (22/05/2022).

Soal kelangkaan pupuk bersubsidi yang dalam reses terdahulu selalu dikeluhkan masyarakat, dalam reses kali ini sudah tidak lagi menjadi keluhan. “Keberadaan pupuk bersubsidi sudah mudah diperoleh dan tidak menjadi keluhan lagi,” ungkap politisi senior Partai Golkar ini.

Namun, katanya melanjutkan, karena cuaca pada tahun ini tidak mendukung, tanaman pado banyak yang diserang hama tungro. “Berdsarakan keluhan warga, ada areal  pertanian yang sampai 50 persen diserah hama tungro, selain itu juga ada serangan hama tikus dan hama wereng,” ujarnya.

Karena ganasnya serangan hama tungrop tersebut, kata Karli melanjutkan, salah seorang petani di Desa Hlir Mesjid yang mempertanyakan kemungkinan diperbolehkan membakar lahan pertanian yang terserang hama, sebab pengendalian serangan hama seperti tungro hanya bisa dengan membakar.

Baca Juga :  May Day dan Aksi yang Kian Lembut, Kritik Keras untuk Pemerintah dan Buruh

Menanggapi hal tersebut, Karli mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diatur dalam undang-undang. “Ke depan nya akan diupayaakan ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pembakaran lahan dengan luasan tertentu. “Jadi masalah Karhutla dan pembakaran lahan dengan luasan tertentu nantinya akan dipisahkan, karena tanpa dibakar lahan pertanian yang telah diserang hama tungro akan sulit diatasi,” jelas Karli Hanafi.

Dalam kegiatan reses kali ini terlihat hadir Camat Anjir Pasar Muhammad Yusuf, yang mengikuti kegiatan reses dari desa ke desa di dalam wilayahnya. Serta dihadiri pula para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakat umum lainnya. (lia/K-3)

Iklan
Iklan