Tempat Wisata Marak, Nyawa Terancam?

Oleh: Mukarramah, S.Pd
Aktivis Muslimah & Pendidik

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta semua fasilitas hiburan dicek kelayakannya pascakejadian ambrolnya seluncuran di Waterpark Kenpark, Kenjeran, Kota Surabaya, Sabtu, 7 Mei 2022. Insiden ini mengakibatkan 16 orang cedera. “Kami meminta agar dilakukan pengecekan terhadap fasilitas umum tempat hiburan baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta agar tidak menimbulkan kejadian serupa di kemudian hari,” kata Armuji di Surabaya (Antara/7/5/2022). Menurut dia, taman-taman di Surabaya banyak mainan anak-anak yang juga harus dicek apakah masih layak apa tidak. Begitu juga yang dikelola oleh pihak swasta harus sering dilakukan monitoring.

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, sambungan seluncuran air di kolam renang Kenpark tiba-tiba ambrol jatuh ke bawah sekitar pukul 13.30 WIB.

Pada saat ambrol, banyak pengunjung yang bermain di wahana tersebut sehingga sebagian pengunjung berjatuhan dari seluncuran yang ambrol dari ketinggian 10 meter. Dugaan sementara penyebab ambrol sambungan seluncuran tersebut dikarenakan lapuk.

Saat ini pariwisata dijadikan sebagai salah satu pendapatan baik untuk pemerintah daerah maupun pusat. Tak tanggung-tanggung, jutaan rupiah bahkan triliun rupiah dikeluarkan untuk memoles destinasi pariwisata.

Sistem demokrasi kapitalisme yang berasaskan pada sekularisme yang menghasilkan liberalisme dan hedonisme membuat banyak cara untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Cara yang dilakukan pun tidak melihat baik dan salahnya yang dilakukan oleh para pencari keuntungan.

Bahkan, banyak Sumber Daya Alam (SDA) yang dikelola oleh pihak asing. Tentunya keuntungan yang lebih banyak akan didapatkan oleh para investor yang mengelola bukanlah negara apalagi masyarakatnya. Lagi-lagi masyarakat pribumi hanya mendapatkan recehan dari pengelolaan SDA.

Berita Lainnya
1 dari 543
loading...

Kenapa hal ini terus terjadi? Ya, itu karena semua sektor kehidupan yang dipimpin oleh kepemimpinan secara kapitalisme akan menghasilkan ketidakadilan. Semua sektor yang menguntungkan bagi para kapitalis akan disentuh dengan memanfaatkan banyak hal. Bahkan menggunakan berbagai macam cara.

Rusaknya tempat rekreasi menyebabkan cedera pada pengunjung dan anak adalah pelajaran bagi kita untuk mempertanyakan peran negara. Islam mewajibkan negara bertanggung jawab penuh atas keselamatan warga khususnya anak atas fasilitas rekreasi yang dibuka untuk publik.

Bila diserahkan pada standar swasta sebagai pemilik atau pengelola maka orientasi keuntungan akan mendominasi, mengalahkan pertimbangan keamanan apalagi kenyamanan.

Berbeda dengan pandangan Islam, sistem kepemimpinan yang diterapkan saat ini harus diganti menjadi sistem kepemimpinan yang sesuai dengan syariat Islam. Karena Islam pun memandang bahwa pariwisata adalah salah satu destinasi yang menunjang sarana dan prasarana dalam syiar Islam.

Pertama, bagi kaum muslim keberadaan keindahan panorama alam, pegunungan, air dan lainnya yang memiliki sarana dan prasarana yang sesuai dengan hukum syariat, maka akan semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai Dzat Maha Pencipta bagi umatnya. Begitupun dengan peninggalan sejarah peradaban Islam, akan memperkuat pemahaman dan keyakinan akan keagungan serta kehebatan Islam yang pernah berjaya.

Kedua, bagi non muslim keberadaan destinasi wisata ini akan menjadi sarana dakwah sebagai propaganda akan keagungan Islam dan Kemahabesaran Allah SWT.

Dengan demikian, Islam memandang bahwa pariwisata harus terikat dengan hukum syariat yang pastinya akan melihat sisi kebaikan bagi umat bukanlah keuntungan semata bagi segelintir orang.

Karena dari sektor ekonomi Islam memiliki beberapa pendapatan yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Sebagaimana yang tertulis dalam kitab an nidlam al iqtishadi fil Islam karya Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dijelaskan bahwa sumber pendapatan negara berupa pemasukan tetap yang diperoleh dari fa’i, ghanimah, anfal, kharaj, jizyah, pemasukan umum dari hak milik umum dengan berbagai macam bentuknya, pemasukan dari hak milik negara, usyur, khumus, rikaz, tambang, serta harta zakat. Namun zakat sudah diletakkan pada kas khusus serta diperuntukkan bagi delapan asnaf yang telah disebutkan dalam Alquran.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya