Drainase dan Normalisasi Sungai Tak Cukup Atasi Genangan

Banjarmasin, KP – Banjir dan tergenangnya sejumlah ruas jalan maupun pemukiman warga akibat hujan deras tampaknya sudah menjadi langganan di Kota Banjarmasin.

Pemandangan itu seperti hujan deras yang mengguyur Kota Banjarmasin dan sekitarnya, Senin (4/7/) kemarin.

Mengantisipasi dan cuaca ekstrem dan ini Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia mengatakan, tidak cukup hanya sekedar membangun drainase dan melakukan normalisasi sungai.

“Tapi tidak kalah penting perlu adanya upaya meningkatkan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota ini,” katanya kepada {KP} Senin (4/7/2022.

Menurutnya, akibat berbagai kepentingan dan pesatnya aktivitas pembangunan menyebabkan ketersediaan RTH di Kota Banjarmasin hingga saat ini masih belum sesuai dengan harapan.

Padahal lanjut anggota ketua komisi dari F-PKB ini menegaskan, keberadaan RTH bukan hanya bisa memberikan manfaat di bidang ekonomi dan sosial. Tapi juga sangat berfungsi sebagai daerah resapan air.

Berita Lainnya
1 dari 5.170
loading...

Hilyah Aulia berpendapat, proses terjadinya banjir di Kota Banjarmasin saat ini disebabkan oleh kondisi alam yang statis seperti geografis, topografis dan geometri alur sungai.

” Kondisi ini tambah diperparah banyaknya sungai dan drainase yang kurang dan tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya, kebijakan dan program pemerintah dalam mengatasi permasalahan banjir selama ini nilainya masih cenderung hanya sekedar mengandalkan upaya yang bersifat represif seperti menyiapkan sarana dan prasarana membangun drainase dan melakukan normalisasi sungai.

“Padahal program yang tidak kalah penting adalah perlunya peningkatan tata ruang yang baik dan tersedianya Ruang Terbuka Hijau,” tandasnya, seraya menambahkan RTH sangat berdampak positif sebagai kawasan resapan air.

Lebih jauh dikemukakan menyadari betapa pentingnya tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai pemerintah kemudian menerbitkan UU Nomor : 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang Nasional.

“Sayangnya, pemahaman soal RTH ini seringkali dimaknai berbeda. Akibatnya ketersediaan ruang terbuka untuk publik dan dapat berfungsi salah satunya untuk mengantisipasi banjir ini akibat berbagai kepentingan menjadi terpinggirkan,” demikian kata Hilyah Aulia. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya