Banjarbaru, KP – Di wilayah kerja Puskesmas Satui di Desa Sungai Cuka, Tanah Bumbu, Hipertensi masuk tiga besar penyakit terbanyak, salah satu pemicunya daerah tersebut berada di pesisir pantai, sehingga hasil tangkapan nelayan yang melimpah seringkali jadi makanan fermentasi berkadar garam tinggi yang gemar dikonsumsi masyarakat, padahal ini jadi salah satu faktor risiko hipertensi.
Oleh karena itu, Tim Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang digawangi dr M Bakhriansyah melalui Program Dosen Wajib Mengabdi menggagas kegiatan GIAT CERDIK sebagai upaya pengendalian hipertensi di daerah tersebut yang juga berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FK ULM kelompok 17 Praktek Belajar Lapangan sebagai rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Keris P2se (Pembentukan Kader, Pojok Edukasi, Senam Pagi dan Edukasi) untuk Pengendalian Hipertensi di Desa Sungai Cuka.
Kegiatan berupa penyuluhan tentang serba-serbi hipertensi serta cara pencegahannya, Sabtu (30/7) bertempat di Posyandu Sungai Cuka dan dihadiri 40 peserta. Diberikan informasi mengenai tanaman berkhasiat sebagai obat antihipertensi, juga olahan pangan hasil laut yang sehat dan bergizi serta dilengkapi praktik pengolahannya berupa pembuatan nugget ikan.
”Ini sebagai alternatif olahan hasil laut yang tidak mengandung tinggi garam dan tentunya lebih sehat dikonsumsi,” kata Ayu Riana Sari, perwakilan tim dosen, Selasa (2/8).
Rangkaian kegiatan ini, lanjutnya, dilaksanakan tiga hari dan ditutup senam pagi dengan gerakan senam hipertensi (sumber Kemenkes) pada Minggu (31/7), juga akan terus dilakukan follow up mengenai kondisi kesehatan masyarakat disana.
”Khususnya kontrol tekanan darah oleh kader kesehatan terlatih yang telah dibekali sebelumnya,” pungkasnya.
Nor Herma selaku kader kesehatan juga menaruh harapan besar agar kegiatan berdampak positif seperti ini terus ada, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Sungai Cuka. (Wan/K-3)















