Akibat Kurang Teliti Bank Derita Kerugian Rp 5,9 Miliar

mencairkan kredit tersebut, mendapatkan imbalan dari debitur

BANJARMASIN, KP – Diakui seorang saksi memang terdapat kejanggal dalam dokumen para debitur yang mendapatkan persetujuan dalam hal pencairan kreditnya.

Ini merupakan penjelasan dari salah satu saksi dari empat saksi yang diajukan JPU pada sidang terdakwa Muhammad Ilmi, salah satu pejabat di bank plat merah di Marabahan.

Saksi tersebut adalah Supervisor di Kantor Cabang Perbankan tempat terdakwa bekerja bernama Didiet Pramudito.

Menurut saksi di hadapan majelis hakim yang dipimin hakim Haris Bawono, pada sidang lanjutan, Senin (26/9), terdakwa dalam suatu rapat paska audit megakui kalau mencairkan kredit tersebut, mendapatkan imbalan dari debitur.

Walaupun saksi mengakui merasa kurang teliti dalam meneliti berkas adminstrasi para debitur tersebut, seperti tahun kelahiran salah satu debitur yang tertera tahun 1985 dan mengakui kalau cerai dengan istrinya pada tahun 2016. Sementara terjadinya perkawinaan pada tahun 1986 yang berarti dalam usia setahun sudah kawin.

Dari fakta-fakta persidangan kembali terungkap hal-hal terkait praktik korupsi yang diduga dilakukan terdakwa.

Melalui kesaksian Didiet terungkap, terdakwa mengakui dalam rapat pasca audit bahwa menerima sejumlah uang jika berhasil meloloskan pengajuan empat kredit investasi yang rupanya menggunakan dokumen palsu tersebut.

“Dia (terdakwa) mengaku dapat imbalan Rp 800.000 ditambah proyek, Rp 3 juta satu proyek kalau pengakuannya di rapat setelah audit,” kata Didiet.

Imbalan itu dijanjikan oleh pihak ketiga kepada terdakwa yang juga menjadi penyuplai data calon debitur bermasalah tersebut.

Berita Lainnya

Warga Digegerkan Temuan Orok di Sungai

Murniyati Kaget Lihat Keponakan Tewas Mengapung

1 dari 2.160
loading...

“Dia (terdakwa) bilang, berkas pengajuan didapat dari pihak ketiga, semua sudah lengkap,” ujar Didiet.

Dari pertanyaan-pertanyaannya kepada saksi, Jaksa terlihat heran soal bagaimana data empat permohonan kredit yang ternyata palsu itu bisa lolos tanpa terdeteksi oleh tim administrasi kredit, supervisor hingga pimpinan pada kantor cabang tersebut.

Sejumlah kejanggalan juga dipertanyakan Jaksa Penuntut Umum kepada saksi Didiet yakni keempat debitur fiktif itu seluruhnya berstatus cerai.

Menjawab hal ini, saksi mengaku tidak mengecek secara detail kejanggalan tersebut namun hanya mengecek kesesuaian nama yang ada pada dokumen-dokumen persyaratan yang diajukan debitur melalui terdakwa.

Seperti diketahui akibat ulah terdakwa tersebut bank plat merah tersebut mendeita kerugian yang merupakan unsur kerugian negara sebesar Rp 5,9 miliar.

Sedangkan tiga saksi lainnya yakni Rizanie Setiawan, Agus Setiadi dan Iwan Fitriady merupakan PNS termasuk dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin.

Sedangkan tiga saksi lainnya yakni Rizanie Setiawan, Agus Setiadi dan Iwan Fitriady merupakan PNS termasuk dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin.

Sedangkan saksi-saksi lainnya dari Disdukcapil Kota Banjarmasin menerangkan dan memverifikasi terkait data-data debitur tersebut adalah fiktif.

“Data itu terdaftar, tapi tidak pernah dilakukan perekaman biometrik, jadi tidak valid,” ujar saksi Rizani.

Dalam dakwaan JPU yang dimotori jaksa Harwanto mendakwakan terdakwa melanggar pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 64 ayat (1) KUHP, untuk dakwaan primair.

Sedangkan dakwaan subsidair dikenakan Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya