Banjarmasin, KP – PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) Kota Banjarmasin berjanji untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggan.
Peningkatan pelayanan terlebih untuk pelanggan yang selama ini kurang lancar dalam menerima distribusi air bersih dari PT Air Minum Bandarmasih.
“Seperti untuk sebagian pelanggan di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dan Selatan,” kata Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Yudha Achmadi.
Hal itu dikemukakan Yudha Achmadi usai rapat kerja dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Senin (12/9/2022).
RDP dilaksanakan untuk meminta penjelasan sehubungan kebijakan PT Air Minum Bandarmasih yang menaikkan tarif layanan air bersih terhitung 1 September lalu.
Yudha Achmadi menjelaskan, pihaknya sudah menjelaskan kepada Komisi II sejumlah pertimbangan dan alasan kenaikan tarif tersebut.
Sebelumnya ia mengungkapkan, sesuai permintaan Komisi II, kebijakan kenaikan tarif harus melaksanakan uji publik dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Terkait permintaan ini, PT Air Minum Bandarmasih sudah melaksanakannya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam uji publik dan sosialisasi dilaksanakan masyarakat atau pelanggan umumnya menyatakan tidak keberatan tarif layanan dinaikan.
Dengan catatan, PT Air Minum Bandarmasih wajib untuk terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggan.
“Permintaan inilah yang sedang kami usahakan. Masalahnya kami perlu waktu untuk membenahi semua itu seperti pemasangan jaringan perpipaan yang perlu waktu,” tandas Yudha Achmadi.
Menurutnya, upaya itu saat ini sudah dilaksanakan, diantaranya melakukan penggantian pipa baru diameter 630 inchi, dari kawasan A Yani menuju ke kawasan Sungai Bilu Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Pergantian pipa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi IPA 1 yang melayani pelanggan Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara.
“Pergantian pipa baru itu sekaligus untuk mempersiapkan pemasangan pipa transmisi air bersih dari kawasan A Yani menuju ke Jalan Sutoyo S yang kini sudah siap direalisasikan karena sumber air bakunya sudah tersedia di IPA 1,” demikian kata Yudha Achmadi. (nid/K-7)















