Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Disdik Susun Program Khusus Hadapi Gangguan Bencana Banjir

×

Disdik Susun Program Khusus Hadapi Gangguan Bencana Banjir

Sebarkan artikel ini
15 kalteng3
Kadis Pendidikan Prov. Kalteng H. A. Syaifudi. (kp/ist)

Pangkalan Bun, KP – Proses belajar-mengajar terdampak banjir, Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Barat susun kembali jadwal pelajaran, guna mengejar ketertinggalan.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng A.Syaifudi, Sabtu (29/10) menyarakan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat sejak dua pekan terakhir menyebabkan banjir di 31 desa/kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kalimantan Post

Sehingga sebagian fasilitas umum seperti kesehatan, tempat ibadah, gedung Pemerintah, jalan/jembatan, rumah serta pendidikan mengalami gangguan akibat terdampak banjir.

Ia menunjuk contoh terdampak banjir SMK Negeri 4 Pangkalan Bun yang berada di Kelurahan Mendawai Seberang. Sebagaimana diketahui, sekolah tersebut berada di daerah rawa dengan struktur bangunan menggunakan tongkat/bangunan panggung.

Disisi lain mayoritas pelajar berasal dari Kelurahan Mendawai Seberang yang rumah mereka pun turut terdampak banjir.

Kadisdik Provinsi Kalteng A. Syaifudi, Sabtu (29/10), mengatakan setelah banjir terjadi, banyak sekolah sekolah lainnya juga ikut terendam, mulai SD, SMP dan SLTA sederajat.

Untuk kedalaman airnya, jika diukur dari tanah maka tinggi air sampai dada orang dewasa dan jika diukur dari lantai sekolah maka tinggi air sampai punggung.

Menurut Kadisdik Kalteng sampai saat ini sudah dua minggu lebih tidak ada aktivitas pembelajaran di SMK Negeri 4 Pangkalan Bun.

Aktivitas Pembelajaran Terganggu Akibat Banjir, Kadis Pendidikan Syaifudi Tegaskan Susun Program Khusus untuk Penuntasan Ketertinggalan Pembelajaran

“Proses belajar mengajar jelas tidak bisa dilakukan karena anak-anak terdampak kebanyakan warga Mendawai Seberang yang rumahnya turut terendam banjir”, tutur Syaifudi saat mendampingi Gubernur Kalteng meninjau banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu.

Dijelaskan pihaknya sudah menyusun program agar bisa menyusul ketinggalan pembelajaran.

“Nanti akan dilakukan program penambahan jam belajar serta pemberian tugas mandiri.

Baca Juga :  Wakil Walikota Palangka Raya Sebut Pemko Berkomitmen Lestarikan Alam

Tugas mandiri tidak dipaksakan, paling nanti akan kita tanyakan refleksi dari bencana banjir, apa yang bisa diambil hikmahnya”, jelas Kadisdik.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa tanggung jawab sebagai pengelola pendidikan, pihaknya akan berusaha agar materi-materi yang disampaikan bisa dituntaskan dan diterima oleh para pelajar.

Menurutnya lagi tugas Dinas Pendidikan sebagai satuan pendidikan tetap mengingatkan Kepala Sekolah melakukan sosialisasi mitigasi bersama.

Ia mengatakan upaya pihaknya tetap ingatkan pihak sekolah agar hati-hati. Tetap mitigasi bencana dipahami dengan baik. Saat banjir dan pasca banjir agar menjaga kesehatan, saat banjir hati-hati karena banyak hewan berbisa serta tetap menjaga kebersihan dari sampah”, pungkasnya. (drt/k-10)

Iklan
Iklan