Banjarbaru, KP – Pasar Bauntung Kota Banjarbaru beberapa bulan terakhir ini terus menambah saran dan prasarana guna menunjang terjadinya aktifitas jual beli.
Beberapa fasilitas yang sudah tersedia di pasar tradisional modern ini, diantaranya tersedianya WiFi gratis, layanan kesehatan gratis, hadirnya e-Commerce atau Market Place.
Selain itu, Pasar Bauntung mulai menerapkan pengolahan sampah organik dan pengurangan kantong plastik. Bahkan pelayanan kas Bank Kalsel dengan memberikan pelayanan representatif.
Beberapa sarana dan prasarana yang sudah tersedia tersebut, bertujuan untuk mengoptimalkan operasional pasar dan menambah kenyamanan untuk terjadi transaksi jual beli.
Terlebih Pasar Bauntung Banjarbaru sudah memperoleh sertifikat Internasional Standardization Organization (ISO) atau Standar Nasional Indonesia (SNI) kategori A, pada Desember 2021 silam. Dengan memilik sertifikat tersebut Pasar Bauntung menjadi salah satu lokus (tempat) dalam acara APKESI Wilayah V Regional Kalimantan 2022.
Kepala Dinas Perdagangan melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Soegiantoro mengungkapkan, Pasar Bauntung sudah melalui lika liku saat perpindahan dari Pasar Bauntung lama ke yang baru, hingga pasar tersebut mulai ramai pedagang berjualan dan pengunjung berdatangan.
“Kedepannya, akan dibuka kembali untuk umum, khususnya mereka yang berminat berjualan di Pasar Bauntung. Kita akan melakukan seleksi kembali untuk menambah aktifitas jual beli,” ujarnya.
Soegiantoro menjelaskan, selain adanya layanan kesehatan gratis yang diadakan setiap bulan. Ke depan, Pemko kembali menghadirkan beberapa inovasi terbaru.
“Kepala UPT Pasar Adi Royan sudah menghadirkan permainan anak-anak setiap Sabtu dan Minggu untuk meramaikan pasar. Dan akan menjalin kerjasama kepada PLN terkait pengelolaan sampah, dan budidaya ulat maggot yang dihasilkan dari sampah,” tambahnya.
Diketahui, hingga akhir 2022 ditargetkan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari Pasar Bauntung sebesar Rp2 miliar. (dev/K-7)















