Pemprov Kalsel “Berpacu Waktu” Selesaikan Target

Masih banyak transaksi yang belum diinput SKPD dan pada 31 Desember semua belanja dan pendapatan clear

BANJARMASIN, KP – Masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalsel berpacu dengan waktu menyelesaikan target pendapatan maupun belanja.

Secara keseluruhan SKPD, pendapatan sudah mendekati 100 persen, sedangkan belanja masih di bawah 90 persen.

Menurut Kepala Badan Keuangan (Bakeuda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil, melalui Kabid Akuntansi, H. Idris, pendapatan diharapkan mencapai 100 persen dan belanja 95 persen hingga 31 Desember mendatang.

“Pendapatan diharapkan mencapai 100 persen.

Jika tidak 100 persen maka akan ada program kegiatan yang tidak terbiayai. Beda dengan belanja, target dan perhitungan kami di angka 95 persen karena efisiensi beberapa kegiata.

Kami optimis target itu tercapai hingga 31 Desember nanti,” kata H Idris.

Realisasi pendapatan saat ini Rp7,4 triliun dari target Rp7,8 triliun, sedangkan realisadi belanja Rp6,7 triliun dari target Rp8,1 triliun.

“Realisadi pendapatan paling besar dari sektor pajak daerah dan pendapatan transfer pusat masing-masing Rp3,3 triliun.

Berita Lainnya
1 dari 1.769
loading...

Sementara belanja paling besar dari belanja operasi sebesar Rp3,8 triliun. Belanja operasi meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial,” beber Idris.

Pada sisi lain, realisi belanja modal yang di dalamnya termasuk belanja untuk pembangunan gedung, jalan, jembatan, dan lainnya masih rendah yaitu 65 persen. “Target belanja modal Rp1,3 triliun, sementara realisasi hanya Rp849 miliar,” ucapnya.

Kendati demikian, Idris menggaris bawahi laporan belanja dan pendapatan masih bersifat sementara.

Apa yang dibeberkannya data yang terinput di aplikasi pelaporan. Disebutkan Idris, realisasi di lapangan lebih tinggi dari apa yang terlaporkan di aplikasi.

“Ada SKPD yang laporannya belum lengkap, bahkan ada juga yang belum melaporkan melalui aplikasi, sehingg belum terinput.

Saya yakin realisasi di lapangan lebih tinggi dari yang sudah masuk aplikasi,” katanya.

Ia memastikan 31 Desember mendatang laporan pendapatan dan belanja sudah sepenuhnya terinput di aplikasi. Menurutnya SKPD berkewajiban memasukan laporan tidak lebih dari tangg 31 Desember.

“Masih banyak transaksi yang belum diinput SKPD.

Pada 31 Desember semua belanja dan pendapatan clear,” pungkasnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya