Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

DPRD Minta Penyertaan Modal PT PAM Bandarmasih Didasari Rencana Kerja Kerja

×

DPRD Minta Penyertaan Modal PT PAM Bandarmasih Didasari Rencana Kerja Kerja

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Paripurna
BERITA ACARA- Inilah saat kegiatan penyerahan berita acara Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, disaksikan anggota DPRD, Forkopinda, SKPD, dan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemko Banjarmasin. (KP/Istimewa)

Fraksi PAN paling tegas menyatakan menolak usulan Penyertaan modal mengingat kajian di lapangan yang tidak dapat memuaskan pelanggan, dan kenaikan tarif tanpa konsultasi Dewan sangat melukai hati rakyat

BANJARMASIN, KP – DPRD Banjarmasin bersama Pemko Banjarmasin menggelar paripurna penyampaian Raperda usulan Pemko Banjarmasin terhadap penyertaan modal perusahaan perseroan daerah PAM Banjarmasin (Perseroda), di Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Rabu(25/1/2023)

Kalimantan Post

Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, diikuti anggota DPRD, Forkopinda, SKPD, dan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Pada paripurna yang membahas usulan penyertaan modal sebesar Rp30 Miliar pun beragam mendapatkan pandangan dari delapan fraksi. Seperti Fraksi PAN paling tegas menyatakan menolak usulan Penyertaan modal mengingat kajian di lapangan yang tidak dapat memuaskan pelanggan, dan kenaikan tarif tanpa konsultasi Dewan sangat melukai hati rakyat.

Karena itulah, PAN menolak, karena sebelumnya Partai Berlambang Matahari terbit ini juga sudah mengingatkan supaya kebijakan penghilangan 10 meter kubik tersebut juga merupakan ancaman bagi PT AM sehingga pemilik jangan suka membuat aturan sendiri.

Afrizaldi politisi PAN ini mengatakan bahwa PAN mutlak menolak usulan penyertaan modal PAM untuk dibahas lebih lanjut menjadi perda penyertaan modal. “PAN mutlak menolak usulan penyertaan modal PAM Bandarmasih,”katanya

Fraksi PAN meninjau bahwa tidak melihat peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Distribusi air tak cukup untuk memenuhi pelayanan air kepada seluruh pelanggannya sehingga sering mendapatkan keluhan.

Dalam penarikan peningkatan tarif juga tidak berkonsultasi dengan pihak legislatif. “Kami juga meminta audit persediaan secara keseluruhan baik managemen dan keuangan kemudian disampaikan transfaran kepada masyarakat, “tuturnya.

Ia juga menyatakan bahwa fraksi PAN tidak memberikan persetujuan untuk dibahas ke tahap selanjutnya. “Berdasarkan penilaian dari real dilapangan masih banyaknya keluhan masyarakat, tutur Afrizaldi.

Baca Juga :  Jelang Harjad ke-500, Pemko Gelar Pasar Murah, Kendalikan Inflasi

Selanjutnya, lima fraksi menyatakan menyetujui dengan catatan menyertakan hasil audit baik interen dan eksteren. Fraksi PKS, Demokrat dan Golkar menyatakan setuju dilanjutkan dibahas menjadi Perda,

Sementara, Isnaini dari fraksi Gerindra menyatakan menerima usulan dengan catatan agar PAM Bandarmasih menyertakan penelaahan yang konprensif terhadap kepentingan masyarakat dikarenakan PAM sudah menaikkan tarif dasar pada pelanggan sebesar 10 persen.

Menanggapi hal tersebut, Walikota H.Ibnu Sina mengatakan bahwa penyertaan modal PAM untuk perbaikan jaringan sebagai upaya peningkatkan pelayanan PAM Bandarmasih. “Penyertaan modal ini untuk menyeimbangkan biaya operasional PAM serta pergantian pipa tua untuk peningkatan pelayanan.

Ia juga menjelaskan, dilakukan kenaikan tarif dan pemakaian 10 kubik untuk menutupi kerugian yang dialami PAM selama tujuh tahun terakhir.

Sementara Direktur Utama PAM Bandarmasih, Ir H Yudha Ahmadi mengatakan, ada dua hal berbeda dalam penyertaan modal dan kenaikan tarif pelanggan. ” Kenaikan tarif untuk menutupi biaya operasional PAM yang terus naik sedangkan penyertaan modal untuk perbaikan dan perluasan jaringan, “katanya.

Kebutuhan penyertaan modal ini direncanakan untuk membangun jaringan ke arah Sutoyo Banjarmasin Barat. Selain itu perbaikan jaringan sungai andai dan jaringan ke arah Banjarmasin Selatan. ” Jadi kalau mengandalkan kebaikan tarif maka perbaikan akan lambat mengingat kebutuhan investasi besar, “jelasnya. (nau/K-3)

Iklan
Iklan