Iklan
Iklan
Iklan
Tanah Bumbu

Akhiri Reses, Paman Yani Gelar Isra Mi’raj dan Haul Guru Sekumpul

×

Akhiri Reses, Paman Yani Gelar Isra Mi’raj dan Haul Guru Sekumpul

Sebarkan artikel ini
ISRA MI'RAJ – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani menutup kegiatan reses dengan peringatan Isra Mikraj dan Haul Abah Guru Sekumpul, Sabtu (11/2/2023) malam, di Batulicin. (KP/istimewa)

Batulicin, KP – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengakhiri rangkaian reses atau menjemput aspirasi masyarakat dengan melaksanakan peringatan Isra Mi’raj dan Haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul).


“Alhamdulillah, kegiatan reses telah berakhir tanpa kendala, melintasi berbagai desa di Kabupaten Tanah Bumbu dan ditutup dengan peringatan Isra Mi’raj dan haul Abah Guru Sekumpul,” kata Yani Helmi, kepada awak media, Sabtu (11/2/2023) malam.


Yani Helmi mengatakan, kegiatan tersebut tak hanya diisi sholawatan dan doa bersama saja. Melainkan pembacaan manaqib (perjalanan hidup) Abah Guru Sekumpul.


“Semoga dengan ini, keimanan kita dapat semakin dipertebal dan terus mendekatkan diri supaya selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tambah politisi Partai Golkar.


Menyikapi hasil reses, Yani Helmi mengungkapkan, kegiatan lebih menyentuh pada sektor pertanian dan pendidikan, sehingga hal tersebut akan disampaikan melalui pokok pikiran (pokir) di dewan rumah banjar.


“Ada juga aspirasi terkait kendala jalan usaha tani untuk mengangkut hasil panen, sementara pupuk juga sangat penting bagi petani,” tambah Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.


Paman Yani mengakui, reses kali ini memang fokus pada upaya mencegah terjadi inflasi di Kabupaten Tanah Bumbu, apalagi yang disebabkan lonjakan harga beras lokal yang dialami beberapa daerah di Kalsel, seperti Banjarmasin dan Kotabaru.


“Lonjakan harga beras lokal ini dikarenakan pasokannya berkurang, akibat tanaman padi diserang hama tungro, sehingga gagal panen,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.


Ditambahkan, kenaikan harga beras lokal ini menjadi perhatian serius, apalagi selama perjalanan reses melihat pertanian di Kabupaten Tanah Bumbu yang tanaman padi yang baru berumur sekitar 1-2 bulan daunnya terlihat menguning.

Baca Juga:  Karlie Hanafie Sebut Perempuan dan Anak Berhak Atas Perlindungan dari Kekerasan dan Diskriminasi

“Ini dapat dipastikan tanaman padinya rusak diserang hama tungro,” jelas Paman Yani.


Sementara dari sektor pendidikan, ia akan berkoordinasi di DPRD Kalsel, menyesuaikan tugas pokok dan fungsinya, agar pendidikan sampai ke pelosok bisa lebih merata.


“Tinggal memperjuangkan saja. Mudah-mudahan kepentingan dari masyarakat dapat terpenuhi dan itu terus disuarakan di Rumah Banjar,” tegasnya.


Reses yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ini telah mengunjungi masyarakat di beberapa desa, diantaranya dua RT di Paketellu, Api-Api, Saring Sungai Binjai, Salimuran hingga Beringin.


Selanjutnya, Desa Tanete, Mekar Jaya, Pulau Tanjung di dua RT, Desa Karya Bakti dan titik terakhir di Desa Batuah. (lyn/KPO-1).

Iklan
Iklan