Marabahan, KP – Komisi III DPRD Kalsel melakukan monitoring proyek pembahgunan jembatan penghubung antar Kabupaten Barito Kuala dan Banjar, demi mendukung kelancaran transportasi di daerah.
“Karena keberadaan jembatan penghubung antar dua kabupaten ini sangat penting mendukung transportasi darat,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah, usai monitoring pembangunan jembatan yang ada di Kabupaten Barito Kuala, kemarin.
Menurut Abidinsyah,jembatan merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dan berpengaruh untuk mempermudah masyarakat bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Rencananya pembangunan jembatan penghubung pada 2023 ini dilaksanakan antar tiga desa, yakni Desa Jejangkit, Galam Rabah dan Tajau Landung,” ungkap politisi Partai Demokrat, di sela peninjauan ke perbatasan Kabupaten Barito Kuala.
Abidinsyah menjelaskan, anggaran pembangunan jembatan penghubung ini akan direalisasikan pada 2023, mengingat jembatan yang dibangun sepanjang 80 meter.
“Alhamdulillah, anggaran pembangunannya sudah disiapkan, jadi kita berterimakasih kepada Gubernur dan Pemprov Kalsel yang merealisasikan proyek ini,” tambah Abidinsyah, yang peninjauan tersebut didampingi dinas terkait.
Diiungkapkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan kedua kabupaten ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama memudahkan memangkas jarak ke Marabahan ataupun Kapuas hingga ke Kalteng, dan sebaliknya.
Sementara itu, Kepala Seksi Jalan Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, H Wahid Ramadhan menegaskan, rencana pembangunan jembatan didesa ini dibiayai APBD murni 2023, dengan titik lokasi jembatan ini akan digeser dari jembatan yang lama.
“Jembatan lama masih kontruksi ulin akan diganti dengan jangka waktu penyelesaian pembangunan jembatan ini antara 7-8 bulan,” tegasnya.
Kunjungan Komisi III DPRD Kalsel disambut masyarakat sekitar yang mengetahui rencana pembangunan jembatan penghubung tersebut.
“Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar dan cepat,” ujar salah satu warga. (lyn)