Banjarbaru, KP – Keperluan hewan potong untuk kurban Iduladha 1444 Hijriah dipredeksi meningkat.
Diperkirakan angkanya melonjak dibanding tahun lalu.
Tahun lalu keperluan hewan kurban hanya berkisar 9 ribu ekor, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai 15 ribu ekor. “Kami perkiraan keperluan hewan kurban tahun ini 15.956 ekor,” jelas Kasi Pemasaran dan Promosi Disbunnak Kalsel, Heri Porwanto, Jumat (26/5).
Kendati demikian, ia menyatakan keperluan hewan kurban dapat dipenuhi. Kekurangan ternak lokal akan ditutupi dengan ternak dari luar daerah.
“Insyaallah ketersediaan hewan kurban tahun ini dapat terpenuhi,” tegasnya.
Dirinya menyampaikan, predeksi kebutuhan berkisar di angka 15 ribu, tapi ketersediaan hewan kurban sebanyak 18.153 ekor ternak.
Rinciannya, 12.956 sapi, 289 kerbau, 2.620 kambing,.dan 8 ekor domba.
Hewan ternak yang tersedia saat ini kata Heri, 800 sampai seribu ekor berasal dari luar yakni, NTB, NTT, Sulawesi, dan Jawa Timur.
“Kami mendatangkan ternak dari daerah terdekat.
Kebijakan mendatangkan ternak luar daerah masih harus dilaksanakan.
Ternak lokal terbatas, dan juga ada peternak yang menyimpan hewannya sebagai tabungan.
Secara bertahap kami berupaya mengurngi ketergantungan ternak dari luar,” ucapnya.
Di sisi lain, dokter hewan Susanti Srirejeki, mengatakan hewan ternak yang datang dari luar provinsi masih dilakukan karantina antara 14 sampai 28 hari.
Dua penyakit hewan saat ini perlu diwaspadai.
Pertama penyakit kuku dan mulut (PMK). Kedua Lumpy Skin Disease (LSD) penyakit kulit infeksius.
“Nanti juga ada pengawasan pemotongan hewan kurban di setiap wilayah,” katanya.
Ia menjelaskan, rahun ini sama seperti tahun lalu mewaspadai PMK.
Diakuinya kasus PMK di Kalsel dilaporkan nol kasus.
“Hewan kurban diperiksa sebelum dipotomg dan setelah dipotong kualitas daging juga dilihat layak atau tidak dikonsumsi.
Hewan kurban harus sehat, nanti di titik pengumpulan hewan didatangi petugas dipastikan sehat tidak ada kecacatan dan layak dipotong,” pungkasnya. (mns/K-2)















