Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Banjarmasin

Turun Langsung ke Masyarakat, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Fasilitasi Warga Tak Mampu untuk Berobat

×

Turun Langsung ke Masyarakat, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Fasilitasi Warga Tak Mampu untuk Berobat

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir bersama istrinya Roida Simanjorang saat mengunjungi warga tidak mampu yang menderita lumpuh. (kalimantanpost.com/Opiq)

Banjarmasin, KP – Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir mengunjungi sejumlah warga yang tengah menderita sakit di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (1/6/2023).

Pertama, Samosir menyambangi Hartini, warga Gang Purnawirawan, RT 15 RW 01, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Di rumah kontrakan tak terlalu besar itu, Hartini merawat kedua buah hatinya. Anak perempuan pertamanya, Agustina, masih berusia 8 tahun. Dia mengalami lumpuh akibat pernah mengalami panas tinggi atau step saat masih berusia 6 bulan.

Sehari-hari, Agustina hanya duduk di dalam baskom plastik yang disediakan sang ibu. Di situ ia terlihat lebih nyaman sembari bersandar. Apalagi kondisinya lemah dan tak mampu untuk berdiri.

Menurut Hartini, saat itu dia sempat membawa anaknya ke rumah sakit untuk berobat. Namun, lantaran terkendala biaya akhirnya tak bisa melanjutkan pengobatan.

“Kami juga tidak mampu mendaftar peserta BPJS Kesehatan. Jadi, sekarang hanya diurut kampung saja, sesekali,” tutur Hartini sambil terisak menahan tangis.

Suami Hartini hanya seorang buruh yang bekerja di gudang kayu. Penghasilannya kecil. Sehingga tak mampu memberikan pengobatan maksimal untuk sang anak.

Selanjutnya, Anggota DPRD Kota Banjarmasin Fraksi PDI Perjuangan ini beranjak ke rumah warga lainnya, tak jauh dari rumah sebelumnya. Di sini, Samosir menemui Nadila, gadis berusia 19 tahun yang menyandang Tuna Grahita dan Tuna Daksa.

“Kondisinya yang tidak normal baru kami ketahui setelah Nadila berusia 4 tahun,” ungkap Nur Hafidah, sang ibu.

Dia juga menceritakan, anaknya sering sakit tenggorokan karena jika menelan makanan tidak pernah dikunyahnya.

“Nadila tidak mampu mengunyah makanan, jadi tiap makan langsung ditelan. Makanya tenggorokannya sering sakit. Kami hanya membawa ke Puskesmas untuk berobat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Dan (Kegagalan?) Sistem Demokrasi

Menyaksikan seluruh kesulitan warga tidak mampu tadi, Saut Nathan Samosir pun tergugah. Dia langsung menghubungi Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin dan Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah, agar bisa membantu mendapatkan Kartu BPJS Kesehatan dari program pemerintah dan memiliki kesempatan untuk berobat secara gratis.

“Kita sebagai Ketua Komisi IV, tadi mencoba koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial dan Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah. Mudah-mudahan hari ini bisa ditindaklanjuti,” harapnya.

Tak berhenti di situ, pemilik ekspedisi Lintas Jawa Group ini kemudian melanjutkan kunjungannya. Dia mengunjungi warga bernama Rahmaniah di Jalan Telaga Intan, RT 30 RW 3, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Salah satu anak Rahmaniah, Muhammad Rizki, memiliki kelainan tulang belakang yang kecil. Kondisi ini membuatnya lemah. Tidak bisa berdiri dan hanya berbaring di tempat tidur.

Dia mengaku, sudah beberapa tahun terakhir tidak bisa membawa anaknya ke dokter untuk berobat. Kartu BPJS Kesehatan yang dimilikinya sudah tidak aktif lagi, sejak suaminya yang berprofesi sebagai satpam meninggal dunia.

“Anak pertama saya sekarang yang jadi tulang punggung keluarga. Dia hanya karyawan swasta biasa. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan kami sehari-hari,” tuturnya.

Seperti warga sebelumnya, Samosir pun membantu memfasilitasi keluarga ini untuk bisa mendapatkan layanan BPJS Kesehatan, agar anaknya yang sakit bisa mendapat pengobatan secara gratis. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan