Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Kesadaran Rendah, Kapasitas Pengolahan Limbah Domestik Tidak Maksimal

×

Kesadaran Rendah, Kapasitas Pengolahan Limbah Domestik Tidak Maksimal

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Limbah
FOTO BERSAMA- Inilah usai pembukaan acara Workshop Perpamsi yang dilakukan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina dilanjutkan foto bersama diantaranya dengan Tenaga Ahli Perpamsi dari Jakarta, Ir H Muslih, juga undangan kehormatan lainnya. (KP/Mardiyanto)

Banjarmasin, KP – Rendahmya kesadaram warga Kota Banjarmasin untuk tidak membuang limbah domestik sembarangan membuat kapasitas

pengolahan limbah tidak maksimal

Kalimantan Post

“PD (Perusahaan Daerah) PALD (Pengolahan Air Limbah Domestik) Banjarmasin memiliki kapasitas sebesar 17.000 sambungan, namun yang

terpakai cuman 7.000 sambungan” Kata Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina usai membuka acara Workshop Perpamsi di Rattan In, Senin

(21/08/2023).

“Padahal kalau ini berjalan secara maksimal, cash flow perusahaan juga semakin meningkat” tutur Ibnu Sina.

Ibnu Sina mengatakan untuk meningkatkan kesadaran warga untuk mengolah limbah domestik dengan mengirimkan surat edaran kepada instansi

vertikal, kantor dan tempat-tempat niaga, baik memiliki jaringan pipa atau non pipa untuk menjadi pelanggan PD PALD Banjarmasin.

Menurutnya semua pihak harus dilibatkan termasuk alim ulama dan tokoh masyarakat untuk menjaga sanitasi dan mengolah limbah domestik.

“Yang terpenting warga Kota Banjarmasin sangat perduli pada air limbah domestik, tidak membuang limbah secara sembarangan dan mencemari

lingkungan serta tempat tinggal, kesadaran ini yang terus didorong, kita bakal melakukan segala langkah penyadaran sehingga otomatis

bisa jadi pelanggan PD PALD Banjarmasin” tutup Ibnu Sina.

Sementara, Tenaga Ahli Perpamsi Jakarta, Muslih mengatakan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengolahan limbah

domestik, perlu dilakukan langkah terobosan.

Salah satunya dengan mengandeng pengembang perumahan untuk membuat instalasi air limbah serta menggandeng dinas PUPR (Pekerjaan Umum

dan Penataan Ruang) dan Disperkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman)

“Pak wali tadi bilang ada dana untuk sanitasi sekitar Rp130 milyar rupiah, kenapa ini tidak dimanfaatkan” kata Muslih.

Menurutnya pengolahan air limbah di Kota Banjarmasin sudah pada tahap kritis, terutama sektor Rumah Tangga yang banyak membuang air

Baca Juga :  Disdik Pastikan BOSP Terserap untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

limbah domestik secara langsung.

“Kebiasaan membuang sembarangan limbah domestik termasuk air limbah ke sungai atau ke lingkungan yang harus diubah, dipersuasi, di

edukasi, memang sulit tidak semudah membalikkan telapak tangan tutur Muslih. (mar/K-3)

Iklan
Iklan