Dampak tarif murah ini menyebabkan keuangan perusahaan tidak sehat, pendapatan tidak sanggup untuk menutup biaya operisional
BANJARMASIN, KP – Tarif langganan Perusahaan Daerah (PD) Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin membuat keuangan jauh kata
aman.
“Tarif sekitar 5.000 rupiah untuk jumlah pelanggan sekitar 8000 hingga 9000 rumah tangga membuat kinerja perusahaan batuk-batuk, tidak
nyungsep tapi sulit melakukan ekspansi” kata Teguh Subekti, Staf Ahli Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) dalam
Workhshop Perpamsi Jakarta di Rattan Inn, Senin (21/08/2023).
Teguh menyebutkan tarif murah ini menyebabkan keuangan perusahaan tidak sehat, pendapatan tidak sanggup untuk menutup biaya
operisional.”Saya tadi minta kepada pa wali, agar tarif ini menjadi perhatian pemerintah daerah tutur Teguh.
Disebutnya, walaupun salah satu dari pengolah limbah yang berbentuk PD, namun kinerja perusahaan harus terus didorong.
Sementara, Dirut PD PALD Banjarmasin, Endang Waryono mengatakan sangat sulit untuk menambah pelanggan baru PD PALD.
Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran warga Kota Banjarmasin untuk menjaga dan mengolah limbah rumah tangga.
“Sering kali, saya mendengar celetukan, masa membuang itu (limbah domestik) harus bayar” tutur Edang Waryono.
Pihaknya sudah berusaha melakukan sosialisasi secara masif dan besar-besaran, namun tanggapan warga Kota Banjarmasin datar bahkan tanpa
respons apa pun.
Jumlah pelanggan PD PALD Banjarmasin pada tahun 2022 mencapai 5964 baik jaringan pipa dan non pipa.
Kalau dibandingkan dengan total jumlah pelanggan PT Air Minum (PTAM) Bandarmasin, yang juga menjadi pelanggan PD PALD, sekitar 4 persen
pelanggan menggunakan jaringan pipa dan 0,5 persen menggunakan non pipa.
Sementara, Target Nasional sesuai dengan Bappenas berkisar 15 persen, untuk Kota Banjarmasin masih jauh dari angka nasional, walaupun
sudah angka gabungan dari PUPR sebesar 6,28 dan PD PALD sebesar 4 45 persen.
“Jadi ada tersisa 9 persen lagi untuk mengejar target di tahun 2024 kata Endang Waryono.
Endang Waryono mengatakan PD PALD Banjarmasin lebih mengoptimalkan jaringan yang ada dibandingkan dengan menambah jaringan baru, karena
keuangan perusahaan yang terbatas.
“Langkah minta tambahan penyertaan modal sudah dilakukan, langkah penyesuaian tarif seperti yang dilakukan PT AM Bandarmasih sudah
diajukan, tapi semua di tolak DPRD Kota Banjarmasin tutup Endang Waryono. (mar/K-3)











![Sinergi TNI–Polri dan Instansi Vertikal[]Tatah Makmur 'Tidak Bebas Narkoba' 8 IMG 20260429 WA0047](https://kalimantanpost.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260429-WA0047-350x220.jpg)



