Polemik dan pro kontra disampaikan pengamat, sejumlah warga pun berharap proyek yang menelan dana Rp11 M setelah proyek rampung Jangan menjadi proyek mubazir
BANJARMASIN KAlimantanpost.com – Proyek pengecatan dan pemasangan lampu hias serta air mancur pada Jembatan 9 November atau lebih dikenal Jembatan Pasar Lama terus menuai polemik.
Setelah sejumlah pengamat menyoroti proyek yang akan menelan dana Rp 11.888.909.000 itu rupanya juga tak luput menjadi perhatian warga.
Terlepas adanya polemik dan pro kontra disampaikan pengamat, sejumlah warga berharap proyek yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata baru di Banjarmasin ini setelah nantinya rampung dikerjakan tidak menjadi proyek mubazir.
” Terutama air mancurnya yang akan menghiasi Jembatan Pasar Lama,” kata sejumlah warga kepada {KP} Sabtu malam (14/10/2023)
Harapan itu disampaikan Azwar (35) warga Jalan Tembus Jahri Saleh dan Rustam (45) warga Jalan Sungai Baru.
Menurutnya keduanya, berkaca air mancur menari di Taman Kamboja Jalan H Anang Adenansi yang dibangun Pemko sekitar tahun 2018 lalu kini nyaris tidak tayang lagi.
” Nasib sama juga terlihat pada Patung Bakatan yang mulutnya menyemprotkan air mancur ke Sungai Martapura Siring Tendean. Bahkan lampu di sekitarnya banyak yang padam,” kata Azwar dan Rustam.
Terakhir kata Rustam water show di Jembatan Merdeka dekat Siring Tendean. Kendati dioperasikan satu kali seminggu yaitu setiap Sabtu malam hingga kini juga tidak ada kabarnya lagi ditampilkan.
Belum diketahui alasan dari seluruh air mancur yang dibangun itu tidak maksimalkan dioperasikan, apakah terkendala karena teknis.
Pastinya untuk mengoperasikan air mancur diperlukan ketersediaan dana. Seperti air mancur menari Taman Kamboja untuk sekali ditayangkan kabarnya DLH Kota Banjarmasin memerlukan biaya operasional sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta.
Sebelumnya, komisi III DPRD Kota Banjarmasin mengaku terkejut dengan adanya proyek pemasangan lampu hias dan air Jembatan Pasar Lama yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPUPR) Kota Banjarmasin tersebut.
Masalahnya kata Wakil Ketua Komisi III yang juga Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarmasin, Afrizaldi mengaku dalam rapat pembahasan anggaran pihak Pemko dalam hal ini DPUPR tak pernah menyinggung-nyinggung soal penambahan aksesori. apalagi dilengkapi air mancur pada Jembatan Pasar Lama.
Afrizaldi mengemukakan, alokasi anggaran yang diusulkan dikira hanya untuk perawatan beberapa jembatan, bukan cuma buat satu jembatan saja, sehingga Badan Anggaran Dewan meloloskan anggaran sebesar Rp 11.888.909.000,-.
Kendati sudah berusia sekitar 70 tahun Jembatan Pasar Lama konstruksinya masih terlihat kokoh. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Pahlawan, Jalan Kapten Piere Tendean dan Jalan Sudirman.
Dengan harapan menjadi destinasi wisata baru oleh Pemko Banjarmasin Jembatan Pasar Lama dipermegah dengan dipasangi lampu hias warna warni serta air mancur yang meluncur ke samping pada kedua sisi jembatan.
Pemasangan lampu hias dan air mancur direncanakan didesain seperti Jembatan Banpo Seoul Korea Selatan.
Untuk pelaksanaan pemasangan lampu hias dan air mancur Jembatan Pasar Lama dikerjakan kontraktor PT Green City Technology Indonesia dan sesuai kontrak paling lambat rampung pada akhir 2023 tahun ini.
Sementara Kepala DPUPR Kota Banjarmasin Suri Sumardiah, mengakui mengapa proyek Jembatan 9 November alias Jembatan Pasar Lama menghabiskan Rp11,8 miliar.
Anggaran sebesar itu ungkapnya, bukan sekedar pemasangan aksesori seperti lampu hias warna warni dan air mancur yang akan dioperasikan pada malam hari.
” Namun juga dilaksanakan pekerjaan pengecatan pagar tahan air, pembenahan trotoar dan pengaspalan pada Jembatan Pasar Lama,” kata Suri Sumardiah. (nid/K-3)















