Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Cubit Santri, Guru Ngaji Dipolisikan

×

Cubit Santri, Guru Ngaji Dipolisikan

Sebarkan artikel ini
WAJIB LAPOR - Pengajar Ponpes berinisial PA wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis karena kasus kekerasan terhadap santri.(KP/humas polri)

PA mengaku bahwa tindakannya tersebut dilakukan karena korban bersama temannya mengobrol dan bercanda saat belajar menghafal Al Qur’an.

SAMARINDA, KalimantanPost.com – Seorang pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) berinisial PA dilaporkan ke polisi karena melakukan kekerasan kepada santrinya.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Rachmad Aribowo SIK MH mengatakan, aksi penganiayaan ini dilakukan PA di Ponpes asuhannya di Jalan Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara.

“Dari hasil interogasi terhadap saudara PA diketahui bahwa memang benar telah dilakukan tindakan kekerasan berupa mencubit, memukul dengan telapak tangan, memukul dengan lidi kecil dan menendang paha kanan korban,” kata Kapolsek, Senin (4/12).

PA mengaku bahwa tindakannya tersebut dilakukan karena korban bersama temannya mengobrol dan bercanda saat belajar menghafal Al Qur’an.

“PA mengaku tujuan dari tindakan tersebut hanya untuk mendidik dan mendisiplinkan para santrinya,” tambah Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa saat ini PA telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui beberapa tahapan di antaranya klarifikasi terhadap korban, para saksi dan tersangka kemudian terbit hasil visum, terbit hasil psikologi sehingga dan telah dilakukan gelar perkara sehingga tersangka disangkakan telah melanggar Pasal 76c Pasal 80 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak atas Perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 atau pasal 351 KUHP.

“Setelah penetapan status tersangka terhadap PA, kita tidak lakukan penahanan namun kita wajibkan untuk lapor setiap hari Senin dan Kamis sampai proses penyidikan selesai dan kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Samarinda,” tutup Kapolsek.(humas polri/K-4)

Iklan
Baca Juga:  Pemain Lama, Penjual Tuak Trikora Dipanggil Satpol PP
Iklan