Realisasi Pajak
Daerah Kalsel
Hampir 100 Persen

Banjarbaru, KalimantanPost.com – Pendapatan daerah Kalsel dari sektor pajak pada tahun ini besar kemungkinan melebihi target. Hingga 14 Desember 2023 saja, persentasenya kurang dari 2 persen mencapai target 100 persen.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel ditarget pendapatan dari sektor pajak sebesar Rp3,758 triliun.

Hingga bulan ini pendapatan mencapai 3,701 triliun atau 98,71 persen.

Pendapatan tersebut paling banyak disumbang pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Dari target Rp2 triliun berhasil dihimpun Rp2,026 triliun atau 101,30 persen.

Penyumbang terbesar kedua seketor pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp825,260 miliar atau 100,03 persen dari target. Berikutnya sektor bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp597 miliar atau 104,01 dari target.

Selanjutnya pajak air permukaan (PAP) meski nilainya kecil tapi persentasenya melebihi target.

Dari target Rp17 miliar tercapai Rp18,3 miliar atau 107,69 persen.

Hanya komponen pajak rokok yang belum memenuhi target.

Berita Lainnya

Gunung Gamalama Alami 14 Kali Gempa Vulkanik

1 dari 3,073

Dari target Rp342,820 miliar capaiannya Rp243,509 atau 71,03 persen.

Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nur Yaumil, mengatakan hingga bulan ini beberapa unit pendapatan pajak daerah (UPPD) Samsat se Kalsel sudah mencatatkan melebihi 100 persen.

Dari 14 UPPD, paling besar dicatatkan Samsat Banjarmasin 2.

Dari target Rp132 miliar persentase pendapatan 101,7 persen.

Berikutnya Samsat Banjarmasin 1 target Rp107 miliar terealisasi 100,50 persen. Selanjutnya Samsat Banjarbaru capainnya 101,20 persen.

Beberapa UPPD lainnya juga sudah hampir pasti 100 persen hingga akhir tahun. Samsat Martapura sudah 99,20 persen, Samsat Batulicin sudah 99,13 persen,
ujarnya.

Dengan keberhasilan mengejar target pajak daerah tersebut, Subhan mengaku tahun depan berupaya meningkatkannya. Salah satunya dengan cara validasi data kendaraan bermotor.

Tahun 2023 dilakukam perbaikan data kendaraan bermotor, jumlah yang terdata 2 jutaan lebih.

Perbaikan data diperlukan untuk memperoleh data valid.

Kemudian dari data valid kita lihat masih ada tunggakan tidak, jika masih ada tunggakan kita kejar agar tigkat kepatuhan meningkat seheingga berdampak
terhadap capaian penerimaan, pungkasnya.(mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya