Banjarmasin Kalimantanpost.com – Museum Kayuh Baimbai di Jalan Muara Kelayan Kecamatan Banjarmasin Tengah siap melakukan pembukaan atau Soft Opening pada satu bulan mendatang, minimal pada awal bulan Februari.
Pihak Museum milik Pemko Banjarmasin telah menata barang koleksi di dalam etalase kaca, namun nama dan deskripsi alat masih belum ada.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudporapar sekaligus Koordinator Sementara Museum Kayuh Baimbai, Andiy Pahwanda mengatakan untuk pembukaan museum masih belum siap, namun untuk melakukan soft opening sudah bisa dilakukan.
“Insya Allah, bulan depan bisa lah untuk melakukan soft opening, kita masih menunggu kalau ada masyarakat yang ingin menyerahkan atau menitipkan barang karena sebagian besar koleksi yang dimiliki berupa barang pinjaman” kata Andiy Pohwanda.
Dari 700 barang milik koleksi museum yang bisa dipamerkan hanya sekitar 100 hingga 200 koleksi saja.
Hal ini karena etalase koleksi yang terbatas dan barang koleksi yang hampir mirip satu dengan yang lainnya.
“Rencana lemari dibawah bakal dibuat dari kaca sehingga dapat menambah jumlah koleksi yang dipamerkan” ujarnya.
Barang yang dipamerkan kebanyakan berupa guci, senjata, tombak, piring, yang sebagian besar benda kuno pemilik rumah yang jadi Museum Kayuh Baimbai.
Untuk koleksi lainnya berupa koleksi digital Kota Banjarmasin, termasuk pembuatan animasi sejarah Kota Banjarmasin dari jaman dahulu hingga sekarang.
“Seiring keinginan pak wali, nanti ada semacam ruangan dengan layar TV lebar yang menampilkan sejarah digital Kota Banjarmasin dari masa ke masa” sebut Andiy Pahwanda.
Sementara, untuk beroperasi secara penuh diperkirakannya memerlukan waktu satu tahun, mulai dari penetapan kepala UPT Museum, penentuan kurator hingga mendapatkan sertifikasi sebagai museum. (mar/K-3)
.















