PHK MASSAL

Oleh : ASMA YULIA, SE

Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT Hung-A Indonesia mencuat setelah unggahan video di media sosial menjadi viral. PHK itu disebut-sebut bakal ‘menelan korban’ sekitar 1.500 pekerja yang akan kehilangan sumber nafkahnya.

Disebutkan, PT Hung-A Indonesia melakukan PHK atas ribuan pekerjanya karena akan menutup operasional mulai Februari 2024. Beredar kabar, pabrik ban asal Korea Selatan (Korsel) itu tengah berencana segera hengkang dari Indonesia dan Vietnam akan jadi lokasi baru untuk membangun pabriknya.

Perusahaan survei Resume Builder bahkan memperkirakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal diperkirakan akan terjadi pada tahun 2024. Ini didapatkan berdasarkan tanggapan lebih dari 900 perusahaan pada bulan ini.

Ketika ditanya mengapa perusahaan melakukan PHK, separuhnya mengatakan antisipasi resesi adalah alasannya. Sementara itu, lebih sedikit lagi, empat dari 10 mengatakan mereka akan memberhentikan karyawan dan mengganti pekerja dengan kecerdasan buatan (AI).

Melihat dari fakta yang ada, kondisi perekonomian saat ini semakin mengalami ketidakpastian. Sistem ekonomi kapitalis semakin menunjukkan kerapuhannya. Kita membutuhkan solusi tuntas untuk mengatasi semua permasalahan yang ada, terutama problematika ekonomi yang terjadi saat ini.

Berita Lainnya
1 dari 942

Satu-satunya yang bisa memberikan solusi untuk semua permasalahan yang ada saat ini adalah Islam. Sebagai agama yang sempurna Islam memiliki panduan khusus untuk mengatasi permasalah ekonomi termasuk PHK. 

Berikut lima konsep dalam ekonomi Islam yang mensejahterakan :  

Pertama, ukuran kesejahteraan dilihat dari terpenuhinya kebutuhan pokok masing-masing individu secara layak dari sisi sandang, pangan dan papan.

Kedua, negara memastikan para penanggung nafkah ayah suami mampu mengakses lapangan pekerjaan untuk memenuhi nafkah keluarga.

Ketiga, negara membangun sarana prasarana untuk memudahkan fasilitas kehidupan masyarakat. Keempat, negara membangun fasilitas pendidikan terbaik secara murah bahkan gratis untuk membentuk generasi berkepribadian Islam yang tangguh dan kuat.

Kelima, bagi kaum papa dan difabel, negara mewajibkan keluarganya untuk menanggung nafkah mereka. Apabila keluarganya tidak ada atau tidak mampu, tanggung jawab tersebut akan berpindah kepada negara dan seluruh kaum muslimin.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya