Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

Temukan Keajaiban Kekuatan Keinginan Demi Realisasi Resolusi

×

Temukan Keajaiban Kekuatan Keinginan Demi Realisasi Resolusi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sizuka
Pemerhati Sosial

Di awal tahun baru banyak orang berlomba-lomba membuat resolusi yang hebat, namun tidak sedikit dari mereka hanya menggebu-gebu pada mulanya, kempis semangat di tengah perjalanan, dan tak ada tanda-tanda akan terwujud hingga hampir di pengujung tahun. Bagaimana sebuah resolusi dapat terealisasi amat tergantung dari kekuatan keinginan yang menyalakan radar pikiran untuk bekerja menemukan jalannya.

Resolusi tahunan biasanya berupa daftar impian yang hendak dicapai dalam periode setahun ke depan. Banyak orang pandai menyusun resolusi luar biasa, tapi tak banyak yang mampu merealisasikannya. Ada faktor realitisitas, kesungguhan, keyakinan, dan kegigihan yang mesti dimiliki untuk menyulap keinginan kuat mewujud menjadi kenyataan.

Pikiran Anda akan mempengaruhi capaian Anda. Maka, gunakan kata kunci “bisa” untuk memberi afirmasi positif pada otak yang akan dikirim ke pikiran bawah sadar. Pikiran subjektif (bawah sadar) adalah pilot pikiran yang bekerja secara otomatis berdasarkan pesan yang dikirim kepadanya. Ketika pikiran sadar atau pikiran objektif anda benar-benar menerima suatu gagasan, hal itu ditransmisikan kepada bagian-bagian otak dan oleh karena itu mengemuka dalam pengalaman anda.

Jika Anda berpikir Anda bisa, maka Anda akan mampu mencapai tujuan Anda, apa pun itu. Tetapi jika Anda berpikir mustahil, maka bersiap-siaplah untuk kenyataan terburuk berupa kegagalan. Karena semua berawal dari pikiran, sehingga Anda harus berhati-hati dalam berpikir, benar-benar merencanakan, memastikan, memilih apa yang harus dan layak Anda masukkan dalam pikiran.

Keinginan-keinginan besar yang biasa disebut sebagai impian, sepintas tampak mustahil, tapi orang-orang yang berani, percaya, dan meyakini bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil untuk dilakukan, maka tidak ada yang tidak mungkin untuk digapai. Impian memang diperuntukkan bagi mereka yang ramah dengan kemustahilan dan menyakini hal-hal yang dianggap tidak mungkin, meski tetap harus berpijak pada realistis.

Baca Juga:  Digitalisasi Keguruan

Jangan pernah ragu untuk memiliki mimpi besar, sebab bila pikiran objektif mampu mengirimkan gagasan penuh keyakinan kepada pikiran subjektif, maka akan dilaksanakan sebagai perintah untuk dicarikan jalan menuju kenyataan.

Seorang pakar paling terkenal dalam bidang kekuatan pikiran bawah sadar Dr Joseph Murphy membagikan kisah-kisah nyata tentang mengubah hal-hal mustahil menjadi mungkin dan terlaksana melalui buku “The Power of Your Subconcious Mind”. Salah satu kisah di dalamnya adalah seorang lelaki tua berhasil menerbangkan rumahnya dengan menggunakan balon gas. Keajaiban itu bisa kita temui dalam film animasi.

Sementara seorang pria petualang dari North Carolina, AS, Jonathan Trappe, berhasil menerbangkan sebuah rumah lebih dari 6.000 meter di udara dengan menggunakan balon helium selama festival balon internasional di kota Leon, Meksiko, beberapa tahun silam. Aksi berbahaya yang dilakukan Trappe ternyata terinspirasi oleh film animasi pixar, “Up”, terutama pada adegan dimana seorang pria tua mengikat rumahnya dengan 100 balon dan pergi bertualang.

Dahulu, pergi ke Bulan mungkin dianggap sebagai angan-angan yang mustahil, tapi kini manusia Bumi wira-wiri ke Bulan dan sejumlah planet lain, bukan hanya untuk misi luar angkasa, malah sudah dikembangkan sebagai agenda perjalanan wisata. Memang, mimpi itu harus luar biasa.

Realisasi mimpi

Agar mimpi-mimpimu bukan hanya sebagai bunga-bunga resolusi tiap Januari, lalu menguap di bulan Desember, pelajari bagaimana langkah-langkah untuk merealisasikannya.

Berikut sejumlah panduan di antaranya : a. Realistis. Pastikan mimpimu itu sesuatu yang masuk akal dan memijak bumi, bukan hal gaib. Tak masalah bahwa itu merupakan keinginan besar dan luar biasa, memang demikian sifat dari sebuah mimpi. Karena bila hanya keinginan biasa yang dengan mudah dapat dicapai, namanya bukan mimpi; b. Keyakinan. Pikiran dapat digambarkan seperti sebuah lingkaran dengan tiga lapisan, yakni pikiran sadar, pikiran kritis, dan pikiran bawah sadar. Setelah pikiran sadar merancang dan memutuskan gagasan yang ingin dicapai, pikiran kritis akan menyaringnya, apakah itu hal yang realistis untuk diwujudkan atau tidak. Bila lolos, baru terkirim ke pikiran subjektif untuk dilaksanakan.

Baca Juga:  Solusi Cerdas Swabelajar Jarak Jauh Masa Pandemik Covid-19

Maka penting untuk memiliki keyakinan mengenai mimpi yang ingin diraih. Dengan keyakinan yang kuat akan lolos oleh pikiran kritis dan tembus ke pikiran bawah sadar. Pikiran subjektif Anda adalah suatu prinsip yang bekerja menurut hukum keyakinan; c. Tentukan langkah. Ini hal teknis yang perlu dilakukan agar mimpi tak sekadar menjadi catatan indah buku harian. Susun langkah demi langkah secara sistematis dengan menerjemahkan gagasan ke dalam rincian detail teknik pelaksanaan; d. Kesungguhan. Setelah memegang kertas panduan pelaksanaan, lakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh. Mimpi besar tidak mungkin direalisasikan dengan cara main-main atau iseng belaka, sehingga kesungguhan usaha dan upaya amat berpengaruh pada keberhasilan mewujudkan mimpi; e. Konsistensi. Sikap ini juga penting, karena kesungguhan yang hanya dilakukan sesekali atau kadang-kadang, tidak akan membuahkan hasil. Maka kesungguhan dan konsistensi harus berjalan beriringan, hingga titik tujuan tercapai; f. Kegigihan. Upaya tak selalu mulus terlak
sana, dalam perjalanannya biasanya ada kendala, kesulitan, ujian, dan cobaan. Pada tahap ini, dibutuhkan sikap gigih untuk dapat melewati satu tahapan dan berlanjut ke tahapan berikutnya. Jika terhenti di satu anak tangga dan menyerah, tentu saja tidak akan sukses mencapai puncak tangga; g. Doa. Poin terakhir ini yang paling penting. Tidak mungkin Anda memiliki mimpi besar tanpa melibatkan Tuhan. Anda punya upaya, tapi Tuhan Yang Maha Kuasa. Segala upaya akan sia-sia tanpa memohon pertolongan-Nya. Sebab doa Anda dijawab menurut hukum universal mengenai aksi dan reaksi, sehingga doa perlu didahului dan diiringi ikhtiar yang optimal.

Kemudian, pastikan prestasi ibadahmu juga mumpuni untuk pantas mengajukan sebuah permohonan besar, jangan hanya tinggi permintaan, tapi rendah kualitas ibadah. Mimpi besar butuh keajaiban untuk merealisasikannya, sementara Tuhanlah pemilik keajaiban itu, karenanya Anda boleh caper (cari perhatian) kepada Dia, agar hidup bertabur keajaiban. Namun perlu dipahami bahwa pada prinsipnya ibadah tak boleh pamrih, termasuk demi memuluskan sebuah permintaan.

Baca Juga:  Ramadhan Yang Di Rindukan

Kebun pikiran

Merancang resolusi seperti halnya menabur benih-benih mimpi di kebun pikiran. Usahakan lahannya cukup subur dan kondusif untuk ditaburi benih. Beberapa hal yang kondusif bagi kebun pikiran adalah tidak stres, kehendak dan tujuan baik, serta penuh penerimaan dalam kesadaran. Taburlah benih-benih mimpi yang baik di kebun pikiran yang kondusif agar memanen hasil yang gemilang. Karena konsepnya, semua pikiran adalah sebab, dan kenyataan adalah suatu akibat.

Memiliki keinginan kuat dapat menempatkan seseorang pada frekuensi tertentu yang membuat radar pikirannya menyala dan memandu ke arah mana hal-hal yang diinginkan itu berada. Semisal, Anda tengah terobsesi untuk melanjutkan studi S2 bidang komunikasi di kampus bonafit dan terakreditasi baik.

Jika Anda mempunyai keinginan kuat untuk itu, secara alamiah akan dituntun pada informasi yang berkenaan dengan hal tersebut. Melalui gawai Anda memperoleh notifikasi tentang deretan kampus unggulan, di kantor bertemu teman yang membagi cerita tentang kampus bagus, di jalan menemukan brosur universitas ternama yang membuka program pascasarjana bidang komunikasi, dan seterusnya. Tampilannya seperti serba kebetulan, tapi begitulah cara kerja radar pikiran yang distimulus oleh kekuatan keinginan.

Sekarang, putaran tahun, baru saja berganti, bergegaslah menabur mimpi dan temukan keajaiban kekuatan pikiran untuk hasil panen yang menggembirakan.

Iklan
Iklan