Iklan
Iklan
Iklan
BanjarmasinHEADLINETRI BANJAR

Ini penjelasan Pihak Masjid Terkait Video Viral Sepeda Listrik Digunakan dalam Masjid Al-Jihad Banjarmasin

×

Ini penjelasan Pihak Masjid Terkait Video Viral Sepeda Listrik Digunakan dalam Masjid Al-Jihad Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Seorang pria didalam masjid beredar di sosial media. (Kalimantanpost.com/Repro sosmed warga)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sepeda listrik digunakan seorang pria didalam masjid beredar di sosial media. Video berdurasi 25 detik sontak menarik perhatian dan menjadi viral salah satunya di akun Instagram @banjarbarupost .


Sepeda listrik di gunakan pria diketahui marbot ini diketahui lokasinya di masjid Al-Jihad Banjarmasin.

Android

Terkait hal tersebut, Pembina Masjid Al-Jihad Banjarmasin, H Taufik memberikan penjelasanan.

Menurut H Taupik, sepeda listrik yang digunakan disana justru diperuntukkan untuk mengangkat air mineral dus untuk jamaah yang setiap harinya jumlahnya banyak selama bulan Ramadhan ini.

“Jadi sepeda listrik itu digunakan untuk mengangkat air mineral untuk jamaah, karena selama puasa ini kami menyediakan jumlahnya tidak kurang dari 100 dus, dan itu kemudian dibagi ke tempat-tempat tertentu,” jelas H Taufik, Kamis (21/3/2024) .

Dikatakannya, sepeda listrik itu merupakan inisiatif dan pemberian dari jamaah untuk membantu pihak masjid untuk mengangkat air mineral yang setiap hari jumlahnya banyak.

“Karena jumlahnya banyak dan dibagikan tempat tertentu, termasuk ke dalam ruangan induk, jadi ada jamaah yang berinisiatif untuk membelikan sepeda listrik, dan ini baru hanya saat bulan Ramadhan ini saja,” tuturnya

Di ungkapkan pembina Masjid Al Jihad lagi kegunaan sepeda listrik itu hanya digunakan di waktu-waktu tertentu saja.

“Dengan alasan yang diangkat jumlahnya banyak dan berat, sementara tenaga terbatas,” katanya.

Ia juga menyayangkan kepada pihak yang memvideo dan menyebarkan ke publik, tak melihat secara pasti kegunaan sepeda tersebut, sehingga berujung menimbulkan asumsi lain dari masyarakat.

“Waktu mengangkat barang itu tidak terlihat dengan yang memvideo. Jadi seolah sepeda listrik ini berkeliaran dalam masjid, dan itu videonya sepotong tidak utuh, harusnya dia lihat dari awal, fungsinya untuk mengangkat barang,” katanya.

Baca Juga:  Keuangan Pemko DefisitCamat dan Lurah Banjarmasin Justru Tulakan ke Bandung

Kembali, Taupik menjelaskan digunakan untuk angkut barang, terutama air mineral, karena di Masjid Al-Jihad ini per harinya, terutama bulan ramadhan, di waktu tarawih tidak kurang dari 2000 jamaah dan memerlukan banyak persediaan air mineral.

Oleh karena itu, untuk mempertimbangkan adanya penafsiran lain dari kejadian tersebut, untuk kedepan pihaknya akan menyetop penggunaan sepeda listrik.

“Untuk menghindari pandangan-pandangan lain, kami akan stop dlu penggunaannya. Jadi kedepannya akan kami gunakan troli secara manual dan pakai tenaga, nanti kami carikan dulu, karena masjid ini kita tahu ambalnya (karpet) tebal, sehingga harus menggunakan troli yang lebih besar agar rodanya tidak tenggelam,” ungkapnya. (Yul/KPO-3)

Iklan
Iklan