Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Temui Pendemo, Gubernur Fasilitasi GM PLN UID Kalselteng.

×

Temui Pendemo, Gubernur Fasilitasi GM PLN UID Kalselteng.

Sebarkan artikel ini
IMG 20260730 WA0045 1
UNJUK RASA - Suasana pertemuan pendemo, Gubernur bersama GM UID PLN Kalselteng, Kamis (30/7/2026). (Kalimantanpost.com/darity).

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memfasilitasi pertemuan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, dengan para pendemo, di depan Istana Isen Mulang, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan dengan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), sebagai tindaklanjut aspirasi masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di Palangka Raya dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Kalimantan Post

Sebelumnya, massa kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Aksi tersebut merupakan rangkaian penyampaian aspirasi yang telah berlangsung selama tiga hari.

Setelah berunjuk rasa di kantor PLN, massa kemudian bergerak menuju Istana Isen Mulang karena mendapat informasi adanya pertemuan antara Gubernur Kalteng dan jajaran PT PLN UID Kalselteng.

Di depan gerbang Istana Isen Mulang, Gubernur Agustiar Sabran bersama General Manager PT PLN UID Kalselteng menemui massa aksi secara langsung.

Pada kesempatan tersebut perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai keluhan dan dampak yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Koordinator aksi, Joseph mengatakan masyarakat berharap dapat menyampaikan secara langsung berbagai kerugian yang dialami akibat gangguan pasokan listrik.

“Kami ingin menyampaikan kerugian yang dialami masyarakat,” ujar Joseph.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang terdampak, termasuk para pelaku usaha dan peternak yang mengalami kerugian akibat padamnya aliran listrik.

Dalam aksi sebelumnya, sebagian peserta membawa bangkai ayam sebagai simbol protes terhadap kerugian yang dialami peternak. Massa menyebut ayam-ayam tersebut mati ketika pasokan listrik terhenti, sehingga berdampak pada operasional kandang.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang memfasilitasi dialog antara masyarakat dan pihak PLN agar berbagai persoalan yang disampaikan dapat didengar secara langsung oleh manajemen perusahaan.

Baca Juga :  Gubernur Letakkan Batu Pertama Pembangunan Huma Betang, Rumah Adat Terbesar Dunia

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mencari solusi atas persoalan kelistrikan yang dikeluhkan masyarakat.

Hingga pertemuan berlangsung, pihak PT PLN UID Kalselteng menerima aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Hasil pembahasan dan langkah tindak lanjut terkait penanganan gangguan kelistrikan di Palangka Raya masih menunggu penyampaian resmi dari pihak PLN.(drt/ist/KPO-4)

Iklan
Iklan