Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

SEJARAH HIDUP MANUSIA

×

SEJARAH HIDUP MANUSIA

Sebarkan artikel ini

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Ada berbagai pendapat atau teori tentang sejarah menusia diantara yang paling terkenal adalah teori Darwin, yang mengatakan bahwa manusia berasal dari Kera, namun teori kemudian hilang sirna dan terkalahkan dengan lahir dan menyebarkan ajaran Islam, karena menurut Islam manusia yang ada didunia ini adalah berasal Adam yang dibuat dari Tanah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya perumpamaan penciptaan Nabi Isa tanpa bapak bagi Allah bukanlah sesuatu yang mustahil, seperti penciptaan Adam yang terlahir tanpa bapak dan ibu. Dia menciptakannya, Nabi Isa, sebagaimana Adam, dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. Allah Mahakuasa”. (QS. Ali Imran : 59)

Android

Jika hal tersebut adalah sejarah lahirnya manusia, yang seluruh dunia adalah sama yakni dari orang tua yang sama, Nabi Adam dan dari bahan yang sama yang berasal dari tanah, namun manusia sejak lahir dewasa, hingga tua selalu melakukan perbuatan untuk dirinya bertahan hidup, untuk manusia berjuangan, agar menjadi manusia berguna bagi dirinya, keluarga, bangsa hingga akhir hayatnya, perjuangan tersebut juga menjadi catatan sejarah hidup manusia, dari sifatnya melahiirkan manusia yang rajin, manusia yang malas, dari segi perjuangan manusia sukses, manusia gagal, dari perilaku manusia baik, manusia jahat/bengis ,dari segi hakum manusia yang sadar hukum, manusia yang selalu melanggar hukum demi kepuasan pribadi kelompok.

Catatan hidup manusia dari lahir hingga meninggal dunia biasa disebut dengan Biodata, perjalan hidup manusia, dalam biodata akan tercatat semua yang pernah dilakukan, Karena cacatan biodata itu dilakukan oleh manusia, atau lembaga tertantu, biasa catatan itu terlewatkan, berubah sesuai kemaauang orang yang dicatat atau lembaga yang mencatat, sehingga terkadang catatan dan realita terjadi perbedaan menyolak, orang yang melakukan kejahatan, itu bisa tercatat sebagai pahlawan, atau yang melanggar hukum, seolah menjadi orang yang taat hukum.

Baca Juga:  Mengawal Netralitas ASN pada Pemilu 2024

Dalam dunia mungkin segala catatan dapat dirubah oleh yang berkuasa, oleh kelompok berkuasa, namun jangan lupa catatan manusia dalam dunia ini akan selalu dicatat oleh dua orang malaikat, yakni malaikat pencatat amal baik berada di sisi sebelah kanan untuk mencatat amal kebaikan, ia adalah Malaikat Raqib. Sedangkan malaikat yang berada di sisi kiri untuk mencatat amal buruk adalah Malaikat Atib, sebagaimana firmanNya, “Dan sesungguh nya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Infithar : 12). Dan dalam hadis, “Malaikat pencatat amal baik berada di sebelah kanan seseorang, sementara malaikat pencatat amal buruk berada di sebelah kirinya. Malaikat pencatat amal baik menjadi pemimpin malaikat pencatat amal buruk. Jika seseorang mengerjakan suatu amal baik, malaikat kanan mencatatnya sepuluh”. (Abu Umamah).

Setiap manusia ada malaikat yang mengawasi semua langkah dan tindak tanduknya. Dikutip dari buku Syarah Riyadhus Shalihin (Jilid:I) karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, seluruh amalan harus dipertanggungjawabkan di hari akhir. Buku catatan aman yang menulis amal perbuatan manusia selama hidup, nantinya dibagikan pada hari kiamat. Buku tersebut adalah tanggung jawab dua malaikat yang menjaga seorang manusia seumur hidupnya di dunia. Allah SWT telah memberikan tugas setiap orang diawasi dua malaikat, yang satu ada di sebelah kanan dan satunya di samping kiri. Keduanya menulis segala perkataan maupun perbuatan yang dilakukan manusia, sebagaimana firman Allah SWT, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah nmenghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolak nya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (QS. Ar Ra’d : 11).

Iklan
Iklan