Iklan
Iklan
Iklan
EKONOMI

Edy Sudarmaji Terpilih Sebagai Ketua Aptrindo Kalsel Periode 2024-2029

×

Edy Sudarmaji Terpilih Sebagai Ketua Aptrindo Kalsel Periode 2024-2029

Sebarkan artikel ini
- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menyerahkan bendera Aptrindo ke Ketua DPD Aptrindo Kalsel terpilih Edy Sudarmaji di Hotel Aston Banjarmasin, Sabtu (11/5/2024) sore. (Kalimantanpost.com/Repro Aptrindokalsel)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Edy Sudarmaji secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Assosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2024-2029.

Terpilihnya Edy berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) I pengusaha truk di Banua yang gelar di Hotel Aston Banjarmasin, Sabtu (11/5/2024) sore.

Edy sendiri bersama tim formatur nantinya akan membentuk kepengurusan DPD Aptrindo Kalsel 2024-2029.

Edy sendiri sebelum terpilih mengatakan saat ini ada persoalan sangat klasik yang perlu ditangani Aptrindo yakni tentang bahan bakar minyak solar bersubsidi.

“Tentunya ini bagian tugas dari kepengurusan Aptrindo Kalsel nantinya mengkomunikasikan dengan pihak terkait baik itu pihak Pertamina maupun kepolisian dan kepala daerah berkaitan dengan masalah subsidi. Kita harapkan bisa dinikmati pengguna jasa dalam reformasi logistik,” tegasnya.

Ditambahkan dia, nilai jasa angkut sekarang ini masih dalam ret dengan satu item bahan bakar subsidi.

“Bila mana kita menggunakan bahan bakar mudah didapat dengan dex akan naik. Ini penggunakan jasa transportasi akan keberatan dengan nilai meningkat,” tegas Edy.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut dia, dengan ret perhitungan harga ini menjadi bahan disampaikan dengan pihak terkait tadi untuk bisa digunakan pengguna jasa transportasi.

Padahal, kata dia, logistik di Kalsel ini sebagai pintu gerbang dan akan menyuplai tak hanya di Kalteng tapi sampai Kaltim.

“Sebagai salah satu pintu gerbang di Kalimantan dan bahkan masuk juga ke Kalbar. Sebab wilayah Kalbar mulai dari perbatasan masuk masih dekat Kalsel,” tandasnya.

Ditambahkan Edy, dari pihak pemerintah dalam hal ini gubernur dan Pertamina telah menunjuk beberapa SPBU menyalurkan solar subsidi dengan konteks menunjuk Aptrindo sebagai pengelola kepada anggotanya bisa menggunakan bahan bakar tersebut.

Baca Juga:  Trio Motor Hadirkan Program “Captain Honda – Ceritanya Ada Potongan Keren Honda”

“Itu pun ada dua SPBU yang ada di wilayah kota Banjarmasin, sementara kabupaten kota belum ada,” tegasnya.

Tentu tidak cukup karena yang kita dapat hanya 10.000 liter per hari. Artinya jumlah kendaraan logistik di Kalsel beberapa ratus bahkan ribuan unit ini dengan BBM terbatas ini yang diperoleh Aptrindo tidak mencukupi.

Memang beberapa SPBU lainnya ada yang untuk solar-solar industri. “Itu pun mereka ke SPB lainnya, namun antrian luar biasa sampai dua hari dan itu dapatnya juga sangat terbatas,” tegasnya.

“Nah, kita perhatikan bagaimana tata kelola suplai bisa dimonitor pihak terkait dan aparatur kepolisian supaya dirasakan atau digunakan transportasi logistik,” tandasnya.

Dikesempatan itu, Edy mengatakan sebenarnya ruang lingkup Aptrindo sangat luas tidak hanya berkecimpung di wilayah pelabuhan saja, tapi juga industri lainnya seperti batubara, kontruksi, logistik serta pastik banyak kegiatan tambang lainnya.

“Kita akan mengajak para pelaku usaha truk di daerah ini untuk bergabung di Aptrindo,” tegasnya.

Dia menambahkan perlunya pengusaha truk bergabung Aptrindo guna menjadi satu data base di Kalsel berapa jumlah armada truk pelaku usaha di Banua.

“Data base sangat penting guna mengetahui bagian pemerintah bila mana kebutuhan atau pembangunan baik itu kegiatan itu lainnya kita bisa disertakan,” ucapnya. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan