Iklan
Iklan
Iklan
Derap Nusantara

Kapolda Sulsel Bantu Evakuasi Ibu Hamil Terisolasi Bencana di Luwu

×

Kapolda Sulsel Bantu Evakuasi Ibu Hamil Terisolasi Bencana di Luwu

Sebarkan artikel ini
Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi (kiri) saat menjemput ibu hamil sembilan bulan bernama Indri (dua kanan) bersama anaknya di dalam helikopter saat dievakuasi dari daerah pegunungan Kecamatan Latimojong untuk bawa ke Kota Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu (5/5/2024). (Kalimantanpost.com/Antara/Repro Humas Polda Sulsel)

MAKASSAR, Kalimantanpost.com – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi turut membantu evakuasi seorang ibu hamil sembilan bulan bernama Indri (33) bersama dua anaknya, warga pengunungan Kecamatan Latimojong, yang terisolasi akibat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, kita tadi sudah berhasil mengevakuasi seorang ibu yang dalam kondisi hamil tua beserta anaknya berusia dua tahun,” kata kapolda melalui keterangan videonya di lokasi terdampak bencana di Kabupaten Luwu, Minggu (5/5/2024).

Dia menjelaskan, evakuasi warga tersebut menggunakan helikopter AW 169 milik Polri dan berhasil tembus ke titik penjemputan, Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, setelah sebelumnya terbang dari Lapangan Kota Belopa. Upaya evakuasi tersebut sempat terkendala akibat cuaca buruk sejak kemarin.

Sesaat tiba di Lapangan Andi Djemma menggunakan helikopter, para korban banjir dan tanah longsor langsung dijemput keluarganya yang diwarnai tangis haru setelah selamat dari bencana.

Kapolda menyampaikan, setelah helikopter berhasil mendarat di wilayah terdampak Kecamatan Latimojong, bantuan logistik langsung disalurkan kepada warga yang terisolasi sejak beberapa hari. Selanjutnya, mengevakuasi sejumlah warga yang membutuhkan pertolongan segera termasuk ibu hamil yang akan melahirkan.

“Distribusi logistik dan evakuasi sudah bisa dilakukan melalui Udara, kita kerahkan dua unit helikopter, satu dari Polri dan satunya lagi dari TNI Angkatan Udara,” katanya.

Sejauh ini, pemerintah daerah setempat terus berupaya menyalurkan bantuan logistik, bahan makanan maupun obat-obatan ke wilayah pegunungan yang masih terisolasi dampak bencana tanah longsor dan banjir bandang di lokasi bencana.

Sedangkan akses jalan ke lokasi masih tertimbun material tanah longsor, dan sejumlah jembatan putus akibat diterjang arus deras air sungai saat terjadi banjir bandang. Selain menggunakan helikopter, penyaluran bantuan juga diupayakan melalui jalur darat menggunakan kendaraan offroad agar lokasi bisa ditembus.

Baca Juga:  Menko PMK: Masyarakat Ingin Mengadu Nasib harus Siapkan Keterampilan

Berdasarkan data kependudukan, Kecamatan Latimojong memiliki 12 desa/kelurahan yakni Rante Balla, Kadundung, Ulusalu, Lambanan, Tabang, Boneposi, Pangi, Pajang, Buntu Sarek, To’barru, Tibussan, dan Tolajuk. Jumlah total penduduknya sebanyak 6.609 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 2.028 KK.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, personil Polri telah diturunkan untuk membantu warga terdampak banjir dan tanah longsor pada beberapa titik di Kabupaten Luwu.

Pembersihan rumah warga dan penyaluran bantuan logistik oleh anggota Polri tersebut, sebagai wujud empati kepada masyarakat dan membuktikan Polri hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu dan ikut bersama-sama melakukan kerja bakti di permukiman warga terdampak bencana.

“Walaupun genangan banjir telah surut, tetapi di lokasi masih menyisakan puing-puing dan lumpur, tentu ini perlu segera dibersihkan terutama di rumah warga agar tidak menimbulkan penyakit,” katanya.

Selain kerja bakti, Ibu tim Bhayangkari Polda Sulsel beserta Bhayangkari cabang Polres Luwu juga turut ambil bagian dengan memberikan paket bantuan kepada korban terdampak banjir di Kabupaten Luwu. Perannya dibutuhkan membantu masyarakat apalagi dalam kondisi dan situasi darurat untuk menyalurkan bantuan makanan. (Antara/Tim Kalimantanpost.com)

Iklan
Iklan