Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
BANUA KITAHulu Sungai Selatan

Pemkab HSS Bimbing Petugas Terkait dalam Tangani Kasus Perempuan dan Anak

×

Pemkab HSS Bimbing Petugas Terkait dalam Tangani Kasus Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAAN - Pelatihan manajemen dan penanganan kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KtP), Kekerasan Terhadap Anak (KtA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABDH), dan Perkawinan Anak. (KP/M Hidayat)

Kandangan, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar pelatihan manajemen dan penanganan kasus yang mencakup lima segmen, yakni Kekerasan Terhadap Perempuan (KtP), Kekerasan Terhadap Anak (KtA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABDH), dan Perkawinan Anak.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) itu, berlangsung selama tiga hari.

Penjabat (Pj) Bupati HSS Hermansyah, membuka kegiatan tersebut, Rabu (23/5/2024) siang di Aula Dinas PPKBPPPA, Jalan A Yani Kandangan.

Pj Bupati HSS Hermansyah mengimbau, satgas terkait berperan aktif dalam memetakan masalah perempuan dan anak di masyarakat.

“Serta mampu mengidentifikasi potensi kerawanan, sehingga dapat dilakukan proteksi dini dan intervensi yang diperlukan,” pesannya.

Ditambahkannya, tingginya angka perkawinan anak merupakan salah satu pemicu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Plt Kepala Dinas PPKBPPPA Lothvie Rahmani, menerangkan, kegiatan diikuti perwakilan OPD terkait, Satgas Puspaga, Petugas Kesehatan Klinik dan Rumah Sakit, serta Satgas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat.

Narasumber kegiatan yakni Rita Kisnarini SPsi, MPsi (Psikolog), Dr Norhikmah, SH, MH, MM (Lembaga Konsultasi & Bantuan Hukum Untuk Wanita & Keluarga), dan Aiptu Agus Hariadi, SH (Kanit Perlindungan Perempuan & Anak Polres HSS).

Lothvie mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di HSS meningkat signifikan.

“Berdasarkan data Polres HSS, terdapat 57 kasus sepanjang tahun 2023, sementara hingga Mei 2024 saja sudah mencapai 47 kasus,” bebernya. (tor/K-6)

Iklan
Baca Juga:  Edukasi Psikologis Ibu Hamil untuk Cegah Stunting di Kotabaru
Iklan