Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
BanjarmasinLensa Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Dorong UMKM Lakukan Ekspor

×

Pemko Banjarmasin Dorong UMKM Lakukan Ekspor

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN EKSPOR- Ketua Tim Ekspor Coaching Program, Pusat Pelatihan, Sumber Daya Manusia, Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Junianto menyajikan materi pelatihan tata cara ekspor dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementrian Perdagangan RI kepada 30 IKM (Industri Kecil Menengah) selama 3 hari pada salah satu hotel di Kota Banjarmasin. (KP/Humaspemkobjm)

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong UMKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk memasuki pasar ekspor.

Hal ini dilakukan dengan melakukan pelatihan tata cara ekspor dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementrian Perdagangan RI kepada 30 IKM (Industri Kecil Menengah) selama 3 hari pada salah satu hotel di Kota Banjarmasin.

Wakil Walikota Banjarmasin, Ariffin Noor usai membuka acara pelatihan mengatakan produk dari UMKM Kota Banjarmasin memang didorong untuk bisa masuk pasar ekspor.

Melalui pelatihan ini dapat membuka wawasan untuk bisa masuk pasar ekspor mulai dari peningkatan kualitas produk, prosedur hingga tata cara ekspor.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan jumlah peserta pelatihan ekspor tahun 2024 ini mengalami peningkatan, dari sebelumnya 15 IKM di 2022 menjadi 30 IKM.

Peserta ini diambil dari peserta pelatihan yang telah mengikuti pelatihan memulai ekspor.

Dari peserta yang lalu, tercatat 2 peserta sudah melakukan ekspor yaitu usaha pembuatan biola dan usaha produk kopi.

“Kami berharap IKM yang mengikuti pelatihan ini untuk bisa mencoba memulai melakukan ekspor, walaupun sedikit dahulu namun setidaknya mendapatkan ilmu untuk memasuki pasar ekspor” kata Ichrom Muftezar.

Ketua Tim Ekspor Coaching Program, Pusat Pelatihan, Sumber Daya Manusia, Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Junianto mengatakan potensi ekspor produk UMKM Kota Banjarmasin cukup besar, tinggal mencarikan negara tujuan dan pelaku UMKM mampu memenuhi persyaratan dan ketentuan ekspor.

“Kita tinggal melihat produk UMKM mampu memenuhi persyaratan yang ditemtukan, persyaratan cukup berat, kita lihat dahulu produknya, kalau makanan bisa ke negara terdekat Malaysia atau Taiwan atau Hongkong, yang terpenting bisa masuk ke pasar ekspor terlebih dahulu” kata Junianto.

Baca Juga:  Tugas Legislasi DPRD Banjarmasin Makin Menurun

Sementara, Pelaku Ekspor Biola, Yuli Aeyra mengatakan salah satu kesulitan melakukan ekspor adalah mencari pembeli atau disebutnya buyer.

“Seandainya pembeli sudah didapat, persyaratan dan surat menyurat administrasi bisa di diskusikan, mereka pasti akan membantu” kata Yuli.

Menurutnya selama ini di benak pelaku IKM ada salah kaprah dengan membayangkan ekspor dalam jumlah besar atau dalam banyak kontainer.

Dirinya sendiri melakukan ekspor dalam jumlah kecil sekitar 5 buah biola per bulan.”Yang terpenting dalam melakukan ekspor harus memiliki keunikan sendiri sehingga dicari oleh para buyer” tutup Yuli. (mar/K-3)

Iklan
Iklan