BANJARMASIN, Kalimantan Post.com – Operartor Rivaldo alias KIF, orang kepercayaan dari gembong jaringan narkotika Internasional Fredy Pratama alias Miming, diboyong Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Rivaldo, untuk di di wilayah Kalsel juga terancam hukuman mati, ” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya kepada wartawan di Aula Dit Resnarkoba Polda Kalsel, Senin (20/1/2025).
Rivaldo ini sebenarnya telah dijatuhi vonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang ,dan kemudian digiring ke Kalsel
Rivaldo divonis mati karena melakukan kejahatan lintas negara secara sistematis dan merusak secara masif, dengan melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Narkotika.
Tim Polda Kalsel dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien, sebelumnya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan hingga Kif berhasil dibawa untuk menjalani proses hukum di Banjarmasin.
“Minggu kemarin kami bawa ke Banjarmasin dan hari ini berkasnya sudah tahap II untuk kami serahkan ke Kejaksaan,” kata Kombes Pol Kelana Jaya
Terpidana, Rivaldo akan kembali menjalani perkara tambahannya karena terbukti merupakan operator pengendali dari hasil tangkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel dengan kurir berisinial MZ beserta barang bukti 35 Kilogram sabu, .yang diungkap Tim Subdit II akhir Desember 2024.
Disebut Kombes Pol Kelana Jaya, kalau terpidana Rivaldo ini berperan mengatur kendali kurir-kurir jaringan internasional untuk menyelundupkan narkoba ke 8 Provinsi.
Seperti Jawa Tengah, Lampung, Medan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jakarta, Riau dan Sulawesi Tenggara.
“Saat ini kita tahap dua di Kejaksaan dan dilimpahkan, pasti dituntut hukuman mati juga. Ya mudahan saja, ” ucap Kombes Pol Kelana Jaya didampingi Wadirres Narkoba Polda Kalsel AKBP Dody Harza Kusumah.
“Rivaldo operator yang berkomunikasi langsung dengan Fredy Pratama dan diberikan kewenangan penuh untuk mengendalikan para kurir,” jelasnya. (KPO-2)